2 Tersangka Pembuat Akta Otentik Palsu Digiring ke Rutan Polda Sulut

Serta tanpa perintah pengadilan,secara sepihak VP melawan hukum melalui notaris mengalihkan saham tanpa sepengetahuan pemegang saham sebelumnya.

“Kami juga telah melaporkan notaris DS kepada majelis pengawas notaris wilayah Jawa Barat dan setelah melalui beberapa kali sidang, perkara ini sudah mendapatkan putusan No. 78/UM/MPWN/Prov.Jawa Barat/XI/2022,Tgl 21 November 2022,”terangnya.

Notaris DS telah bersalah dalam menerbitkan akta No 3 tanggal 25 Januari 2022 tersebut,notaris juga sudah menemui dirinya dan meminta maaf dengan tulus secara pribadi kami juga sudah memaafkan notaris DS atas kekhilafan yang dibuat.

“Saya pribadi merasa kasihan dengan notaris DS karena yang bersangkutan sebenarnya diberi keterangan yang tidak lengkap yang anehnya,saya sendiri bingung bagaimana caranya notaris DS bisa terbujuk untuk melakukan hal yang jelas jelas salah ini?,”katanya.

Menurutnya,setiap peralihan saham wajib memiliki akta jual beli saham sedangkan ini tidak ada dan tiba-tiba berubah sehingga hal inilah yang sangat aneh namun dirinya yakin keadilan masih ada di negara ini.

“Notaris DS setelah memeriksa kembali dokumen-dokumen PT BDL telah mengakui bahwa notaris telah diberikan informasi atau keterangan yang tidak benar oleh saudara VP,”tambahnya.

Notaris DS bersedia untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya dan merasa dirugikan karena akibat informasi yang tidak benar tersebut yang bersangkutan diduga turut serta dalam dugaan tindak pidana tersebut.

 

“Sebagai informasi Saudara VP dan DS telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu pada akta otentik sesuai pasal KUHP 266 ayat 1 dan 2, Berdasarkan laporan polisi nomor ;LP/B/0162/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri/Tanggal 04 April 2022,”pungkasnya.(ml)

Komentar Facebook