Cerita Mahasiswa UTSU Manado Ujian Skripsi dari Pantai Saat Pandemi Covid-19

Namun karena takut saat ujian ponselnya kehilangan sinyal, dia terpaksa harus mencari solusi dengan mengikuti ujian dari tepi pantai.

“Untung ada payung, kalau tidak saya bisa hilang konsentrasi, karena ujian dilaksanakan pukul 14.00 wita, dan saat pelaksanaan ujian cuaca cukup panas,” tuturnya mahasiswa yang hoby menyanyi ini.

Lanjutnya, tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau salah satu momen sakral dalam perjalanan menyelesaikan studi, yaitu ujian skripsi dilakukan dalam cara yang berbeda. Biasanya presentasi di hadapan dosen penguji dan pembimbing, serta ruangan ujian yang nyaman karena dilengkapi mesin pendingan ruangan. Namun karena situasi sedang darurat Covid-19, sehingga proses ujian harus dilakukan secara online.

Bacaan Lainnya
Jessica harus menggunakan payung untuk menahan panasnya sengatan matahari pantai.

“Saya merasa senang sudah menyelesaikan ujian skripsi dengan baik. Namun sedih juga, karena tidak ujian langsung di kampus. Tidak ada acara foto-foto dengan dosen penguji dan pembimbing, karena beliau-beiau juga tidak di kampus,” ungkap mahasiswa angkatan 2016 ini.

Tak hanya itu, untuk mempersiapkan ujian ini, selain berdoa dan belajar, dia juga harus menyediakan kuota data internet yang cukup agar tidak habis saat proses ujian berlangsung.

Komentar Facebook

Pos terkait