Gender Dalam Tradisi Bali dan Agama Hindu

Luh Putu Dina Satriani.

Paling tidak kita perlu mensinergikan keduanya, dalam arti tidak lupa pada tradisi budaya Bali, sambil tetap menghargai atau berpijak pada tradisi Hindu, tentang penghargaan terhadap kapasitas, posisi dan peran laki-laki dan wanita. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kita harus melestarikan warisan budaya Bali tentang gender, karena gender adalah bagian dari konsep purusa dan pradana dalam ajaran agama, sehingga melalui konsep itu kita bisa mengetahui kalau gender bukan hanya digunakan dalam iringan wayang saja tetapi sudah dikaitan dengan konsep purusa dan pradana sebagai warisan kebudayan adat Bali, maka dari itu kita harus melestarikan budaya daerah kita. (***)

Komentar Facebook


Pos terkait