Ini Kata Kemenkumham Sulut Soal Penahanan 4 WNA Filipina

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut Haris Sukamto didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut Friece Sumolang menjelaskan tentang penangkapan 4 WNA Filipina. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado,DetikManado.com- Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina kini menjalani proses hukum di Sulut terkait penyelundupan minuman keras (miras) dan ayam ke Indonesia melalui Kepulauan Sangihe.

“Kasus penangkapan WNA Filipina itu sudah P21, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dua hari yang lalu,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut Haris Sukamto, Selasa (20/12/2022).

Haris mengungkapkan, 4 WNA Filipina itu ditangkap di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, karena masuk wilayah Indonesia secara ilegal. Mereka yang datang menggunakan perahu tradisional atau pumpboat juga membawa miras serta ayam.

“Mereka masuk ke wilayah Indonesia melalui Kepulauan Sangihe tanpa dokumen,” kata Haris didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut Friece Sumolang.

Dia mengungkapkan, penangkapan 4 WNA Filipina itu dilakukan di dua waktu berbeda yaitu pada Minggu (17/7/2022) dan Rabu (20/7/2022).

“Keempat WNA Filipina tersebut masing-masing berinisial AS (29), HP (72), HD (37), JD (33). Mereka ditangkap di Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya.

Empat warga itu berasal dari Burias, Filipina. Mereka tiba di wilayah Indonesia untuk membawa barang-barang, yakni enam dos miras dan 11 ekor ayam Filipina.

Komentar Facebook