Ini Penyebab Lain dari Penyakit Obesitas

  • Whatsapp
Mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado Paulina W Samahati.

Manado, DetikManado.com – Mendengar kata gemuk atau obesitas sangat identik dengan banyak makan. Namun setelah dirangkum dari berbagai sumber, ternyata pakar kesehatan menyebutkan bahwa gangguan hormon juga dapat membuat kelebihan berat badan seseorang.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado Paulina W Samahati mengatakan, gangguan-gangguan hormon yang dapat memicu kegemukan. Di antaranya adalah hormon tiroid yaitu kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon T3 dan T4 yang membantu mengatur metabolisme. “Selain itu ada hipotiroidisme, atau dikenal sebagai tiroid yang kurang aktif yaitu suatu kondisi dimana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon,” ujar Paulina, Kamis (27/02/2020).

Bacaan Lainnya

Hal ini dapat memperlambat metabolisme, sehingga tubuh anda membakar kalori dengan lebih lambat. “Kemudian ada yang namanya Leptin yaitu hormon yang memberi tahu otak ketika perut Anda sudah penuh,” tuturnya.

Jumlah leptin yang tepat, akan membuat nafsu makan seseorang terkontrol. Tapi jika terlalu banyak, akan mengurangi sensitivitas reseptor pada sel-sel tubuh manusia. “Akibatnya, kita makan lebih dari yang dibutuhkan karena otak tidak menerima sinyal kenyang dari hormon ini,” beber Paulina.

Lanjut Paulina, mengurangi konsumsi gula akan membantu menjaga kadar leptin tetap seimbang. “Selain itu ada ghrelin, insulin dan kortisol yang juga merupakan gangguan-gangguan hormon yang dapat memicu kegemukan,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, dengan kata lain gemuk atau obesitas, tidak semua dipengaruhi oleh gaya hidup ataupun pola makan. Akan tetapi gangguan hormon juga dapat mempengaruhi peningkatan berat badan, namun dengan pola hidup yang sehat dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. “Perlu diingat bahwa, untuk mengetahui adanya pengaruh gangguan hormon terhadap obesitas sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter,” pungkas Paulina. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *