Ini Seruan AGIS Terkait Keterlambatan Pencairan Dana BOS di Sulut

Ketua AGIS Arnold Poli ikut menyorot keterlambatan pencairan dana BOS yang hingga pertengahan Maret 2023 belum juga dicairkan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kondisi ini menjadi perhatian Ketua AGIS Dr Arnold Poli MAP. Menurutnya, hampir setiap tahun pencairan dana BOS terus diselimuti dengan masalah. Sampai-sampai kepala sekolah harus berhutang untuk membiayai sekolahnya.

“Diduga pencairan terhambat karena Bank SulutGo menambah persyaratan administrasi yang tidak dimintakan oleh regulasi Kemendikbudristek,” ujar Poli, Kamis (9/3/2023).

Poli mengatakan, jika dugaan ini benar, AGIS meminta Gubernur Sulut agarpencairan BOS itu itu dialihkan ke bank lain.  Karena keterlambatan pencairan dana ini serta merta akan mengganggu proses pelaksanaan pendidikan di sekolah karena bergantung pada dana BOS.

“Sekolah masih dilarang berkreasi mencari dana tambahan via komite yang dianggap alergi. Sekolah swasta masih boleh bernafas tapi yang susah adalah negeri,” ujarnya.

Dia mengatakan, kalau memang ini sudah diatur dalam regulasi pemanfaatan dana BOS itu harus dipatuhi. Tapi seandainya regulasi ini dibuat hanya menambah birokrasi pencairan dana BOS (tidak sesuai dengan peraturan lebih tinggi seperti SK Mendikbud dan setingkatnya), maka itu adalah suatu kesalahan fatal dan tidak menunjang program Presiden Joko Widodo.

“Pelayan harus prima tanpa berbelit-belit. AGIS akan terus monitor kebijakan ini,” ujar Poli memungkasi. (Yoseph Ikanubun)

Komentar Facebook