Kembali Kepada Kemanusiaan

Ambrosius M. Loho, M. Fil.

Kendati demikian, ketika kita bicara kemanusiaan, pada prinsipnya akan bicara juga tentang tindakan. Dengan kata lain, tindakan adalah penanda bahwa kemanusiaan itu nyata, terwujud atau tidak. Suseno menegaskan bahwa tindakan itu dibentuk dalam sebuah kepribadian.  Sementara, kepribadian yang kuat adalah kepribadian yang tunduk pada keutamaan-keutamaan etis, karena manusia pasti akan memandang bahwa keutamaan-keutamaan tersebut membuat orang melakukan apa yang baik dan tepat dengan mudahnya. Semakin memiliki kepribadian yang kuat, justru semakin kuat dan berkeutamaan pula manusia itu. (Suseno 1997: 39).

Berpijak dari sana, kita bisa melihat bahwa fakta kini mementaskan sebuah realitas yang memprihatinkan. Kondisi wabah yang belum berakhir ini, tentu menyerang semua bidang. Walaupun akhirnya didalamnya ada sebuah budaya baru yang terbentuk. Kendati begitu, kita tidak bisa mengelak juga sebuah fakta riil bahwa ketika semua lini terdampak wabah ini, tetapi semuanya itu akan kembali kepada satu hal, yang menurut keyakinan penulis, hal yang tidak bisa diabaikan bahkan diperhatikan. Itulah kemanusiaan. Semua akhirnya kembali kepada kemanusiaan.

Komentar Facebook

Pos terkait