Kisah Lefrandt Karamoy, Pejuang Kemerdekaan RI dari Sulut

Salah satu pejuang itu adalah Lefrandt Karamoy, yang menceritakan pengalamannya saat terlibat pertempuran melawan Belanda di Sulut.

Manado,DetikManado.com-Hari ini Indonesia genap berusia 74 tahun. Sebuah kemerdekaan yang tidak direngkuh semudah membalikkan telapak tangan. Namun darah dan air mata adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah Negara.

Tentunya kemerdekaan yang dinikmati sekarang tak lepas dari usaha para pejuang-pejuang yang bertaruh nyawa untuk NKRI tercinta ini.

Bacaan Lainnya

Salah satu pejuang itu adalah Lefrandt Karamoy, yang menceritakan pengalamannya saat terlibat pertempuran melawan Belanda di Sulut. “Waktu itu saya tergabung dalam Satuan Laskar Rakyat Republik Indonesia, komandan saya semua sudah gugur, tinggal saya yang hidup,” kenang Op’ Lefrandt, begitu biasa dia disapa.

Dia teringat saat mereka bertempur melawan Belanda di Amurang karena sudah menguasai daerah itu, dan harus berjalan kaki dari Tomohon ke daerah itu. “Laskar rakyat banyak yang gugur waktu di Amurang, kami berperang mulai dari tengah kota hingga ke pinggiran pantai,” tutur penerima Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno tersebut.

Komentar Facebook

Pos terkait