Mahfud MD Bahas Sistem Presidensil dalam Seminar di FH Unsrat

  • Whatsapp
Mahfud MDmenerima cinderamata dari Dekan FH Unsrat Dr Flora P Kalalo SH MH.

Manado, DetikManado.com – Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Seminar Nasional yang bertema Kabinet Presidensial dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berlangsung di Gedung A lantai 5 ruang Immanuel Kant FH Unsrat, Rabu (18/09/2019).

Seminar yang dipandu Imam Marsudi MSi, Wakil Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Adminstrasi Negara ini menghadirkan pembicara Prof Dr Mohammad Mahfud MD. Mahfud adalah guru besar Hukum Tata Negara dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bacaan Lainnya

Mahfud memaparkan tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan. Pemencaran kekuasaan secara vertikal, lanjutnya, melahirkan bentuk Negara Kesatuan dan bentuk Negara Federal. Sedangkan pemencaran kekuasaan secara horizontal melahirkan poros-poros kekuasaan. “Minimal legislatif, eksekutif dan yudikatif yang kemudian melahirkan sistem pemerintahan presidensil, parlementer, dan campuran,” jelasnya.

Mahfud juga mengungkapkan untuk revisi UU KPK yang sudah disahkan itu sekarang tidak bisa diperdebatkan lagi. jika ada yang tidak puas jalur hukumnya masih bisa ke MK. “Hukum itu merupakan produk kesepakatan politik, itu sudah selesai karena yang berwenang menetapkan kesepakatan itu sebagai hukum,” ungkapnya.

Pada bagian akhir, Mahfud mengatakan kalau ingin sebuah kampus maju mahasiswanya harus mempunyai dua kegiatan. Yaitu kegiatan yang berlandaskan norma akademik dan yang berlandasan tradisi akademik. “Norma Akademik itu misalnya jumlah SKS setiap dan syarat mengambil mata kuliah ini harus lulus kuliah ini. Semester 4 juga harus mengambil mata kuliah ini dan absen barus 75 persen itu yang dimaksud norma akademik,” katanya.

Sedangkan tradisi akademik, lanjutnya, yaitu seminar, diskusi, membaca buku dan berorganisasi. Itu bagian dari tradisi akademik yang bagus. “Karena seluruh tokoh-tokoh kita yang lulusan perguruan tinggi yang bagus itu adalah mereka yang menggabungkan norma akademik dan tradisi akadamik,” tandas Mahfud. (tr-02)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *