Marak Kasus Investasi Bodong,IPOT Gelar Roadshow Edukasi Investasi

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, Investment Specialist PT Sucorinvest Asset Management, Toufan Yamin, Komika Yudha Ramadhan yang dikenal luas sebagai Yudha Keling dan moderator IPOTFund Team, Masayu Bella.

Ketiga, Pantau yaitu Investor pemula wajib mengecek rekening investasi secara berkala atau ke AKSES, memantau berita dan perkembangan dan kinerja perusahaan yang berkaitan dengan produk investasi,” bebernya.

Juga memantau indikator pergerakan harga supaya bisa memanfaatkan momentum tepat untuk jual atau beli, mengenali berbagai alat bantu dalam memitigasi risiko, paham bahwa investasi itu tidak instant (orientasinya jangka panjang dan perlu effort yang perlu dilakukan secara berkala dan rutin dan ingat kalau pasar modal itu dinamis.

Investment Specialist Sucor Asset Management, Toufan Yamin mengakui dan mengamini kalau kesalahan dalam investasi itu sebenarnya simple tapi dampaknya besar sekali, seperti halnya FoMO.

“FoMO (Fear of Missing Out) atau Fear of Losing Out sudah menjadi sifat dasar alami manusia. Ketakutan membuat manusia bisa sampai di titik saat ini. Dari Zaman Batu, ketakutan inilah yang menolong manusia untuk mencapai insting terhadap daya tahan (survival). Ketakutan itu sebenarnya membantu manusia, cuman semakin modern manusia justru makin takut pada banyak hal,” papar Yamin.

Dewasa ini FoMo tidak hanya ada pada kehidupan sosial, kepemilikan dan karier, tetapi juga ada dalam investasi. Banyak orang melihat pasar modal sebagai tiket atau cara paling cepat untuk kaya, sehingga ikut-ikutan kawanan (tren) secara tidak rasional dan hanya karena ingin melakukan yang lebih baik dari teman-teman lain.

Karena itu pada investor pemula, sarannya, wajib cerdas dengan membangun strategi investasi yang cocok dan patuhi hal itu, melakukan pendekatan fundamental dalam berinvestasi dan melakukan melakukan riset yang memadai serta tahu kapan harus exit.

“Kenapa banyak orang yang investasi di saham atau reksa dana tidak untung-untung? Karena ketika naik baru beli, ketika turun malah jual (cut loss). Ketika orang pada koar-koar beli, seseorang hanya ikut-ikutan beli tanpa tahu kinerja historisnya. Investor wajib rasional,” tegasnya.

Selanjutnya, ia pun menjelaskan produk reksa dana milik Sucor Asset Management yang secara data dan histori memiliki kinerja yang baik mulai dari Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund, Reksa Dana Sucorinvest Stable Fund dan Reksa Dana Sucorinvest Sharia Money Market Fund.

Komentar Facebook