Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1 Tombariri

Moren Jocom, Varel Runtunuwu, dan Matthew Makahekung saat mempresentasekan hasil penulisan berita dalam pelatihan jurnalistik pada, Senin (7/8/2023). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Tanawangko – Siswa SMAN 1 Tombariri mengadakan Pelatihan Dasar Jurnalistik pada Senin (07/08/2023) di ruangan Kelas 12 IPS 1. Rangkaian kegiatan dibuka resmi oleh Kepala SMAN 1 Tombariri Alex Pungus SPd.

Alex Pungus mengatakan, kegiatan itu sangat bermanfaat bagi para peserta didik di SMAN 1 Tombariri karena bisa mendapat ilmu pengetahuan bagaimana bisa menangkal informasi hoaks. Selain itu juga bisa mengenal akan dunia jurnalistik serta langsung bisa menulis berita.

Bacaan Lainnya

Materi pertama mengenai Pengantar Pers dan Jurnalistik oleh Yoseph E Ikanubun yang membahas soal pengertian pers. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah dan menyampaikan informasi.

Materi kedua mengenai Mengidentifikasi dan Menangkal Hoaks oleh Yoseph E Ikanubun. Hoaks dibedakan menjadi dua yaitu misinformasi dan disinformasi. Misinformasi adalah informasi yang salah, namun orang yang membagikannya percaya itu benar. Sedangkan disinformasi adalah informasi yang salah dan orang yang membagikannya tahu itu salah, ini disengaja.

Materi ketiga mengenai Teknik Reportase dan Wawancara oleh julkifly Madina. Reportase adalah kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang sebuah peristiwa atau masalah dari berbagai sumber. Sedangakan wawancara adalah proses pencarian data berupa pendapat/pandangan/pengamatan seseorang.

Materi keempat mengenai Teknik Menulis Berita oleh Julkifly Madina. Ada unsur-unsur dalam membuat berita yakni 5W+1H:  What, Who, When, Where, Why, dan How.

Pendidikan dan pelatihan jurnalistik di SMAN 1 Tombariri ini diikuti 40-an siswa dari OSIS dan siswa pilihan dari kelas masing-masing.

Komentar Facebook

Pos terkait