Pesan Kepala Dinas Dikda Sulut Saat Penamatan Siswa SMAN 1 Manado

Femmy J Suluh menyampaikan sambutan dalam acara penamatan siswa SMAN 1 Manado pada,i Jumat (17/5/2024), di aula Markas Kodam XIII/Merdeka. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

“Untuk Program Bahasa yang terdaftar dan ikut ujian, laki-laki sebanyak 11 siswa, dan 15 perempuan, totalnya 36. Yang dinyatakan lulus 36 siswa, atau 100 persen,” beber Jemmy James Jermias.

Selanjutnya untuk Program MIPA, laki-laki sebanyak 152 siswa, dan perempuan 223 siswa, totalnya sebanyak 375 siswa. Jumlah siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 374 siswa atau 99,73 persen.

Bacaan Lainnya

Sedangkan untuk Program IPS, ada 133 laki-laki, dan perempuan 110 siswa, jumlah totalnya 243 siswa. Jumlah siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 243 siswa, atau  100 persen.

“Jadi jumlah siswa yang lulus di semua progam, laki-laki sebanyak 296 orang, dan perempuan 357, jumlah totalnya sebanyak 653 siswa,” papar dia.

Jemmy James Jermias mengatakan, ratusan siswa yang ditamatkan itu adalah anak-anak yang berkualitas. Kalau tidak berkualitas, tidak mungkin lulus. Dari angkatan yang lulus tahun ini, banyak mengukir prestasi di tingkat lokasi nasional dan internasional.

“Begitu banyak prestasi pada angkatan ini. Ada beberapa prestasi yang membanggakan sekolah di tingkat nasional, seperti mendapat peringkat 3 nasional dari 1.150 peserta se Indonesia, untuk lomba Bedah Data APBD,” ungkap Jemmy James Jeremias yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMKN PP Kalasei ini.

Selain itu, ada juga yang meraih prestasi di ajang debat Bahasa Indonesia, dan debat Bahasa Inggris sebagai utusan sulut ke tingkat nasional. Satu ssiwa SMAN 1 Manado juga menjadi utusan Sulut dalam Jambore Palang Merah Remaja (PMR) di Lampung.

“Di tingkat lokal, ada yang menjadi Ketua Jaringan Pelsis Sulut, serta Nyong dan Noni Kebudayaan Sulut,” ujarnya.

Dia mengatakan, itu beberapa prestasi penting di tingkat nasional yang ditorehkan oleh para siswa yang baru diluluskan ini. Menurutnya, masih banyak prestasi lain di bola voli, basket, baca puisi, dan solo.

Selain prestasi tersebut, dia mengatakan, berdasarkan data yang masuk terkait siswa yang melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), angkatan 2023/2024 ini telah mencatat rekor. Ada 101 siswa yang lulus masuk PTN tanpa tes atau melalui jalur prestasi yang disebut Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

“Ada 3 di Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Udayama, Universitas Diponegoro, dan paling banyak di Unsrat Manado,” ungkap dia. (Yoseph Ikanubun)

Komentar Facebook

Pos terkait