Piala Dunia: Hasil Kroasia vs Belgia, Hilangnya Generasi Emas

Laga Kroasia dan Belgia di Grup F dimainkan di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan pada 1 Desember 2022, berakhir imbang. (foto:fifa.com)

Manado, DetikManado.com – Pertandingan antara Kroasia dan Belgia di Grup F dimainkan di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan pada 1 Desember 2022.

Kroasia dan Belgia berbagi hasil imbang, namun berbeda nasib di Piala Dunia 2022 ini. Luka Modric dkk lolos ke babak 16 besar, sedangkan Romelo Lukaku Cs tersingkir!

Seperti dikutip dari situs resmi FIFA, tim asuhan Roberto Martinez membayar mahal atas kekalahan dari Maroko sebelumnya.

Kroasia bertahan pada pertandingan Piala Dunia mereka untuk mencapai Babak 16 besar, dan menyingkirkan Belgia yang akhirnya bangkit dalam 45 menit terakhir mereka di Qatar.

Babak pertama tidak menghasilkan momen penting yang mudah – kecuali penalti yang diberikan kepada Kroasia tetapi dibatalkan oleh VAR. Video mendeteksi Dejan Lovren berada dalam offside sekian sentimenter sebelum pelanggaran Yannick Carrasco terhadap Andrej Kramaric.

Thibaut Courtois melakukan tiga penyelamatan baik setelah babak kedua dimulai untuk menghalau Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic, dan Luka Modric secara berurutan.

Roberto Martinez memasukkan Romelu Lukaku untuk 45 menit kedua dan, dengan Belgia meningkatkan tempo dalam mengejar gol yang mereka butuhkan untuk melaju, sang striker menjadi pusat perhatian selama setengah jam terakhir.

Lukaku membentur bagian dalam tiang gawang setelah umpan Kevin De Bruyne membuka celah di lini belakang Kroasia agar Carrasco melaju ke kotak penalti.

Josip Juranovic melakukan tekel intervensi yang luar biasa tetapi melihat bola lepas mengarah baik untuk Lukaku terasa menegangkan.

Penyerang Inter Milan mengalami emosi yang sama setelah membentur tiang dengan gawang menganga dan rasa frustrasi berubah menjadi ketidakpercayaan ketika Lukuku menyundul dari depan gawang menyusul umpan De Bruyne.

Memasuki menit-menit akhir yang panik dan Lukaku tidak bisa mengonversi banyak peluang yang sebenarnya dapat mematikan.

 

Momen Penting

Seakan mimpi melihat Belgia yang di beberapa Piala Dunia terakhir cukup cemerlang (terutama Rusia 2018 di mana mereka merebut peringkat ketiga), harus tersingkir di fase grup.

Penampilan babak kedua yang bertempo cepat dan ambisius hampir cukup bagi tim Roberto Martinez untuk menghilangkan rasa frustrasi yang nyata atas awal turnamen yang kurang baik untuk mencapai babak 16 besar.

Komentar Facebook