SIEJ Simpul Sulut Deklarasikan Jurnalis Peduli Sumber Daya Air

Deklarasi Jurnalis Peduli Sumber Daya Air (JP-SDA), Minggu (28/11/2021).

Tondano, DetikManado.com – The Society of Indonesian Environmental Journalist atau SIEJ Simpul Sulut telah mendeklarasikan  kehadiran komunitas Jurnalis Peduli Sumber Daya Air (JP-SDA), Minggu (28/11/2021). Noufriadi ‘Adi’ Sururama dan Rafsan Damapolii terpilih sebagai ketua dan sekretaris komunitas ini.

“Kami akan berdedikasi pada pelestarian sumber daya air lewat jalan literasi, sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat,” ucap Adi dan Rafsan bersama Koordinator SIEJ Simpul Sulut, Finda Morina Muhtar, di hadapan puluhan peserta Jambore Jurnalistik Lingkungan yang dihelat di Ketama Adventure Park, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Bacaan Lainnya

“Kami berada pada kerja-kerja bersama masyarakat dan semua pihak untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan pencemaran,” ujar ketiganya saat membacakan deklarasi pembentukan JP-SDA.

Komunitas JP-SDA sendiri adalah organ yang dipayungi SIEJ Simpul Sulut. Sebagaimana point dalam deklarasi tersebut, JP-SDA bergerak lewat jalan literasi untuk memberikan pemahaman kepada siapa saja tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air di Sulut.

“Karena memang ini menjadi tugas kami sebagai jurnalis, advokasi dilakukan lewat pemberitaan sesuai profesi dan pekerjaan sehari-hari, tapi tentu konsern kami lebih mengerucut pada kondisi lingkungan yang harus dijaga,” jelas Finda.

Komunitas itu berisi seluruh member SIEJ Simpul Sulut. Namun menurut Adi, tak menutup peluang kegiatan atau kerjanya nanti melibatkan berbagai unsur yang mau berpartisipasi menjaga kelestarian air lewat literasi.

“Aksinya adalah edukasi, jadi kita membagikan semangat pelestarian sumber daya air lewat tulisan berita dan mengajak para pegiat sungai, pegiat lingkungan, pencinta alam bahkan siapa saja yang merasa terpanggil untuk belajar bersama,” cetus dia.

Denny Taroreh selaku penggagas komunitas ini, menyambut gembira idenya langsung direalisasikan oleh SIEJ Simpul Sulut. Dentar, sapaan akrab pegiat ‘kuala’ ini, menyatakan JP-SDA bisa menjadi salah satu opsi dalam penuntasan masalah kerusakan sumber daya air.

“Salah satu kelemahan banyak pegiat lingkungan di Sulut saat hari ini adalah persoalan bernarasi baik secara terbuka maupun di media sosial, padahal ini penting sebagai ajakan agar masyarakat menunjukkan kepeduliannya, juga di era seperti sekarang narasi penting untuk mengubah mindset dan mengendalikan opini publik pada persoalan lingkungan,” jelas Dentar.

Kehadiran JP-SDA telah melengkapi proses mengawal kelestarian sumber daya air lewat jalan literasi. Edukasi dari gerakan ini menjadi penting, karena memang menjadi kebutuhan sesuai perkembangan teknologi digital yang penggunaannya masif di kalangan masyarakat.

Koordinator SIEJ Simpul Sulut Priode 2014-2021 Agust Hari, mengatakan sebelum tutup tahun 2021 JP-SDA akan langsung berkegiatan, kendati dalam lingkup terbatas. Bentuknya bisa berupa diskusi offline maupun virtual, menghadirkan para pihak yang terlibat dalam pelestarian sumber daya air. Apalagi, SIEJ memiliki banyak data persoalan sumber daya air di Sulut.

“Kita butuh menyamakan persepsi dulu dengan para pegiat lingkungan juga pemangku kepentingan dan kebijakan agar kerja bersama ini bisa saling berpadu dan semuanya bisa bergerak bersama kendati dengan cara yang berbeda,” kata Hari. (joe)

Komentar Facebook

Pos terkait