Sukses Budidayakan Lobster, PT MAI Keluhkan Pengurusan Izin Ekspor

Komisaris Utama PT Maa Ataita Indah Haji Maa memberikan contoh alat sederhana penangkapan lobster saat pelatihan di Pulau Nain, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, sejak 4 bulan lalu perkembangan kebijakan pengeluaran izin ekspor benih lobster dianggap tidak berpihak kepada nelayan kecil, sehingga Komisaris Utama PT MAI mulai curiga ada permainan. Sebab banyak perusahaan yang disinyalir bukan pembudidaya namun mendapatkan izin ekspor.

 “Kami yang jelas-jelas pembudidaya, bahkan sudah berhasil panen lebih dari dua kali dan memiliki karamba di berbagai lokasi, serta telah ditinjau oleh KKP bahkan memiliki nelayan mitra, namun tidak diberi izin ekspor.”  beber Yakub.

Bacaan Lainnya

Dia juga mengungkapkan, perusahaan mereka telah mengikuti segala arahan KKP sesuai yang diatur dalam Permen-KP Nomor 12, namun hal itu tidak membuat mereka mendapatkan izin ekspor.

 “Proses pengurusan izin di antaranya PT MAI diminta mempresentasikan mengenai Bussiness Plan melalui zoom meeting yang diadakan pada 14 Mei 2020,” jelasnya.

Yakub juga mengatakan pada zoom meeting tersebut dihadiri antara lain Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster Andreau Misanta Pribadi, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina, serta Komisaris Utama PT MAI Haji Maa.

Komentar Facebook

Pos terkait