Manado, DetikManado.com – Sebanyak 87 siswa SMAN 1 Manado diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia melalui jalurnl Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Tiga siswa diantaranya masuk di Universitas Indonesia (UI).
“Siswa yang lulus SNBP tahun ini sebanyak 87 orang, diterima di berbagai perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan perguruan tinggi lainnya,” ungkap Kepala SMAN 1 Manado Jemmy James Jeremias SPd kepada DetikManado.com pada, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan data yang diperoleh, 87 siswa itu tersebar di 13 PTN di Indonesia. Untuk UI sebanyak 3 siswa, Universitas Hasanuddin (2), Universitas Sumatera Utara (1), Universitas Jenderal Soedirman (1), Universitas Udayana (2), Universitas Negeri Yogyakarta (1), dan Universitas Negeri Malang sebanyak 1 siswa.
Selanjutnya di Universitas Negeri Sekarang (1), Universitas Negeri Surabaya (1), dan Universitas Negeri Makassar (1).
“Para siswa juga diterima di Universitas Negeri Manado sebanyak 4 orang, Politeknik Negeri Manado 6 orang, dan di Universitas Sam Ratulangi sebanyak 62 siswa,” ungkap Jeremias.
Untuk tiga siswa yang lolos ke UI, masong-masing diterima di Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Tekhnik dan Fakultas Hukum. Sedangkan di Universitas Hasanuddin, dua siswa diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat,” ujarnya.
Jeremias mengatakan, untuk SNBP tahun 2026 ini agak berbeda dengan tahun 2025, di mana tahun ini selain melihat nilai raport juga melihat hasil Tes Kemampuan Akademik. Seperti tahun sebelumnya yang nilai raport, disinyalir sejumlah sekolah mengubah atau menambah nilai di raport agar siswa bisa tembus SNBP.
“Untuk hasil tahun lalu dan 2026 ini di SMAN 1 Manado, jumlah siswa yang lulus SNBP tidak berbeda jauh. Artinya nilai raport kami itu murni dan objektif, karena di tahun ini yang sudah menambahkan lagi TKP, jumlah siswa SMAN 1 Manado yang lulus SNBP juga banyak,” tuturnya.
Dia mengatakan, saat ini para siswa yang lulus SNBP sementara melengkapi berkas pendaftaran sesuai tahapan dan ketentuan yang ada.
Diketahui, ada tiga perubahan atau penekanan utama yang membedakan SNBP 2026 dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang pertama adalah Implementasi TKA. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang murni hanya melihat rapor, pada SNBP 2026 terdapat komponen TKA Kemdikdasmen. Siswa eligible diwajibkan memiliki nilai TKA yang lengkap (mencakup mata pelajaran wajib dan pilihan) sebagai bentuk validasi kualitas nilai rapor.
Selanjutnya Bonus Kuota e-Rapor (Insentif 5%): Pemerintah memberikan tambahan kuota eligible sebesar 5% bagi sekolah yang secara konsisten menggunakan e-Rapor dalam pengisian PDSS. Ini adalah “tiket emas” tambahan bagi siswa di sekolah yang tertib administrasi digital.
Ketiga adalah Ketentuan Lintas Jurusan yang Lebih Terbuka. Tidak ada pembatasan kaku pemilihan prodi berdasarkan jurusan di SMA (Merdeka Belajar). Siswa IPA, IPS, atau Bahasa bisa memilih prodi apa saja, namun tetap disarankan melihat Mata Pelajaran Pendukung agar bobot penilaian tetap maksimal. (yos)














