Tingkat Konsumsi Daging Meningkat, Satwa Liar di Sulut Terancam Punah

Yaki hitam atau Macaca nigra, salah satu hewan yang terancam punah di Sulut.

“Satwa-satwa liar yang ada dagingnya, yang besar-besar misalnya Anoa, Yaki, Kuskus, Musang, Maleo, Burung Hantu, Tarsius. Tikus juga (tikus memang belum masuk daftar dilindungi tapi sudah ada kekhawatiran),” ujarnya.

Dia mengungkapkan, di Indonesia terdapat 919 satwa liar dan tanaman dilindungi, Sulut memegang daftar paling banyak.

Bacaan Lainnya

Namun maraknya perdagangan di sejumlah pasar lokal di Sulut semakin mengurangi populasi satwa liar yang terancam punah dan dilindungi.

Yunita Siwi mengatakan, pihaknya sudah meneliti sepuluh pasar di Sulut dari mulai pasar Langowan, Tomohon, Amurang, Airmadidi sampai Tompaso Baru dan pasar di Minahasa Selatan lainnya.

“Dan kami menemukan memang perdagangan satwa liar sangat tinggi,” ungkap dia.

Menurut pengamatannya sejauh ini Musang Sulawesi sudah terancam punah, terakhir 2013 terlihat melalui kamera trap dan Anoa yang punah lokal di Minahasa.

“Di taman nasional juga terakhir di lihat Musang, Anoa punah lokal di Minahasa,” ujarnya.

Komentar Facebook

Pos terkait