Semarang, DetikManado.com — Kekhawatiran Pak Pujiono, warga Desa Gompyong, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, saat berteduh di bawah atap yang lapuk kini resmi berakhir. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129, rekonstruksi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya telah rampung seratus persen pada Rabu (12/8/2026).
Rumah yang dulunya serba terbatas dan rentan kini bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan estetis. Seluruh tahapan rekonstruksi berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga sentuhan akhir di selesaikan pada hari Rabu sore. Bangunan baru ini dipastikan memiliki ketahanan fisik yang optimal untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca ekstrem.
Keberhasilan program tak lepas ini berasal dari keharmonisan dan semangat gotong royong yang terjalin erat antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Suasana keakraban serta dukungan dari warga sekitar turut mengiringi selesainya pengerjaan rumah tersebut.
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menyatakan rasa syukur atas selesainya pembangunan fisik ini secara tepat waktu dan tepat mutu.
“Rampungnya pembangunan rumah Pak Pujiono hingga seratus persen ini adalah bukti nyata kemunggalan TNI dengan rakyat. Lewat gotong royong di TMMD Reg ke-129, kami tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi merawat semangat kebersamaan dan memberikan rasa aman serta layak bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Rabu (12/8/2026).
Kini, kecemasan keluarga Pak Pujiono akan kondisi bangunan lama yang telah sirna sepenuhnya. Rumah anyar tersebut siap menjadi tempat bernaung yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan bagi seluruh anggota keluarga. (yos)















