Semarang, DetikManado.com — Suasana penuh kehangatan mewarnai pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/8/2026).
Di sela-sela pengerjaan sasaran fisik, tumpukan balok kayu sisa material bangunan berubah fungsi menjadi tempat lelesan bagi prajurit TNI dan warga setempat untuk mencairkan sekat dan mempererat silaturahmi.
Tanpa rasa canggung, para prajurit melepas lelah bersama masyarakat sambil menikmati santapan siang sederhana dan berbincang santai. Kehadiran ruang interaksi alami di pinggir lokasi pengerjaan fisik ini terbukti ampuh membakar semangat gotong royong warga serta personel di lapangan.
Salah satu warga Desa Cukil, Slamet (45), mengaku momen istirahat bersama di atas balok kayu tersebut menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu setiap harinya.
“Sambil duduk luruskan kaki di atas kayu ini, kita bisa ngobrol bebas. Rasanya tidak ada jarak lagi, sudah seperti keluarga sendiri yang sedang kerja bakti membangun desa,” ujar Slamet saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).
Menganggapi eratnya kebersamaan yang terjalin, Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa esensi utama dari program TMMD bukan sekadar merampungkan target pembangunan infrastruktur fisik, melainkan membangun keharmonisan dan ikatan emosional antara TNI dan rakyat.
“TMMD ini bukan hanya tentang membangun jalan atau fasilitas fisik, melainkan bagaimana kita merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan sederhana seperti duduk dan berdiskusi bersama warga saat istirahat adalah roh dari kemanunggalan itu sendiri,” tegas Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Melalui komunikasi sosial yang terjalin alami ini, Kodim 0714/Salatiga optimistis seluruh target pengerjaan fisik TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil maksimal demi masyarakat kesejahteraan lokal. (yos)















