Bau Busuk dari CV Daniel Natahania Fishery Dikeluhkan, DLH Sebut IPAL Tak Dikelola

BITUNG, DetikManado.com – Warga Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari limbah perusahaan pengolahan ikan kayu, CV Daniel Natahania Fishery.

Berdasarkan pantauan di lapangan, bau tidak sedap tercium kuat di sekitar area perusahaan. Warga menduga limbah produksi dialirkan melalui drainase hingga menuju pantai.

Sejumlah warga mengaku terganggu karena bau tersebut tercium hampir setiap hari.

“Bau menyengat ini sudah sangat meresahkan. Hampir setiap hari kami hirup bau itu. Kami juga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan,” ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan.

Keluhan warga tersebut bahkan sempat berujung aksi demonstrasi pada Desember 2025 lalu.

Lurah Manembo-nembo, Valent Tangkudung, membenarkan adanya aksi warga terkait bau limbah perusahaan tersebut.

“Warga pernah melaporkan masalah ini kepada saya. Desember kemarin warga melakukan demo pada malam hari mengeluhkan bau busuk. Paginya saya arahkan untuk melapor ke Dinas Lingkungan Hidup agar ditindaklanjuti,” kata Valent kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Valent menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung sudah turun melakukan pengecekan di lokasi perusahaan.

“Setahu saya pihak DLH sudah turun ke lokasi,” ujar Valent.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bitung, Merianti Dumbela, mengakui pihaknya sudah pernah turun ke perusahaan tersebut.

“Memang baunya sangat busuk. Kami sudah turun mengecek langsung. Di dalam perusahaan memang ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” ujar Merianti.

Namun, kata dia, pihaknya menduga IPAL tersebut tidak dikelola secara maksimal.

“Diduga kuat IPAL-nya tidak dikelola dengan baik,” tambahnya.

Merianti menjelaskan, saat tim DLH melakukan pemeriksaan, pemilik sekaligus direktur utama perusahaan Rico Tatukude tidak berada di lokasi karena sedang berada di luar daerah.

“Kami masih menunggu pak Rico pemilik perusahaan untuk dimintai klarifikasi terkait pengelolaan limbah,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik sekaligus direktur utama perusahaan Rico Tatukude saat dikonfirmasi media ini enggan memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.

(Jamal Gani)


Pos terkait