Kasatgaswil Sulut Densus 88 Jadi Irup di SMAN 7 Manado

Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol I Nyoman Sarjana SIK MAP foto bersama kepala sekolah, guru, dan siswa SMAN 7 Manado pada, Kamis (1/10/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – SMAN 7 Manado menggelar upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada, Kamis (1/10/2026). Menariknya, yang menjadi Inspektur Upacara (Irup) adalah Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol I Nyoman Sarjana SIK MAP.

Upacara di lapangan sekolah ini dihadiri Kepala SMAN 7 Manado, Dr Hanny William Rawung SS MHum, para guru serta ratusan siswa. Dalam amanatnya, Kombes Pol I Nyoman Sarjana menyampaikan sejumlah pesan kepada pihak sekolah khususnya para siswa.

Bacaan Lainnya

Dia memaparkan, pihaknya melakukan penelusuran terhadap aktivitas siswa di Sulut. Ditemukan ada keterkaitan antara pengaruh media sosial dengan tindakan-tindakan yang mengarah ke anarkisme. Yg

“Dari hasil pemeriksaan, kita klasifikasikan, ada (siswa) yang sudah terpapar (tindakan anarkis) terlalu jauh, terlalu dalam. Mereka belajar melalui media sosial,” tutur Kombes Pol I Nyoman Sarjana.

Dia memaparkan, ada yang terpengaruh oleh temannya dan mau melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji. Menurutnya, semua itu berawal dari bullying.

Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol I Nyoman Sarjana SIK MAP foto bersama kepala sekolah, dan guru SMAN 7 Manado pada, Kamis (1/10/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

“Jadi sekali lagi, melalui kesempatan ini saya tegaskan stop bullying, stop perundungan. Mari merangkul temannya yang berbeda, jangan ada saling merendahkan,” ujarnya.

Dia berharap, setelah menjadi pembina upacara di SMAN 7 Manado, tidak ada lagi tawuran, tidak ada saling bullying. Tolong bantu temannya yang terkucil, temannya yang tidak pernah bergaul.

“Jangan di-bully, karena itu penyalurannya lewat media sosial,” ujarnya.

Kombes Pol I Nyoman Sarjana mengatakan, anak-anak yang berada dalam kondisi itu mendapatkan tawaran-tawaran, memanfaatkan situasi yang ada. Selanjutnya dipengaruhi untuk melakukan aksi.

“Melakukan pembalasan terhadap orang atau kelompok yang membully mereka, dengan sumber daya apa yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol I Nyoman Sarjana SIK MAP berbincang bincang dengan kepala sekolah, dan guru, SMAN 7 Manado pada, Kamis (1/10/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Terkait fenomena yang ada saat ini, Dia kembali menegaskan, untuk hentikan perundungan, stop saling merendahkan. Harus saling menghormati, dan saling menghargai.

“Dalam momen Hari Kesaktian Pancasila ini, mari kita kembali bersikap dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Momen-momen ini jadikan dasar dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya berdoa semoga semua adik-adik yang ada di depan saya ini menjadi orang yang sukses sesuai dengan cita-cita yang diharapkan,” papar Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri mengakhiri amanatnya.

Usai upacara, Kasatgaswil Sulut Densus 88 Anti Teror Polri menyempatkan diri berdialog bersama para guru dan siswa-siswi SMAN 7 Manado.

Kepala SMAN 7 Manado, Dr Hanny William Rawung SS MHum menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan pesan-pesan yang disampaikan oleh Kombes Pol I Nyoman Sarjana. Hal itu diharapkan menjadi bekal untuk menuntun para siswa menghadapi dinamika pergaulan di sekolah, dan lingkungan masyarakat.

“Pesan yang tadi disampaikan sangat penting untuk menjadi pedoman bagi siswa, juga seluruh warga sekolah,” ujarnya. (yos)

 


Pos terkait