Ratahan, DetikManado.com – Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, Charles Ngangi, bersama Sekretaris Umum John Felix Iroth dan Tim Advokasi serta Pendampingan Hukum KBK, meninjau kebutuhan pembangunan Gereja Pusat Paroki di Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Selain itu juga mengunjungi Gereja Stasi di Desa Nasareth, Wioi Timur, Rabu (21/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi Veni FX Kompo bersama istri, yang turut mengambil bagian sebagai donatur dalam mendukung kebutuhan pembangunan gereja. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan sarana ibadah umat Katolik, sekaligus mengidentifikasi dukungan yang diperlukan bagi kelanjutan pembangunan.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen KBK Keuskupan Manado untuk menghadirkan pelayanan nyata bagi Gereja dan umat. Kehadiran pengurus bersama Tim Advokasi dan Pendampingan Hukum KBK juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi, pendampingan, serta kepedulian bersama dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan.
Ketua Umum KBK Keuskupan Manado, Charles Ngangi, menegaskan bahwa pembangunan gereja memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mendirikan bangunan fisik.
“Bagi kami, pembangunan gereja bukan hanya tentang mendirikan gedung, tetapi juga membangun iman, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan harapan bagi generasi mendatang. Gereja harus menjadi rumah doa, tempat umat berkumpul, serta ruang bagi setiap orang untuk bertumbuh dalam iman dan kasih Kristus,” ujarnya.
Menurut semangat pelayanan tersebut, keterlibatan berbagai pihak, termasuk donatur dan komunitas umat, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan gereja yang bermanfaat bagi kehidupan menggereja. Semangat gotong royong dan solidaritas diharapkan terus tumbuh agar kebutuhan umat dapat ditangani melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Peninjauan di Ratahan dan Desa Nasareth, Wioi Timur, sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan Gereja dibangun melalui partisipasi, pengorbanan, dan kepedulian bersama. Setiap dukungan, sekecil apa pun, memiliki arti ketika diberikan dengan ketulusan dan semangat pelayanan.
Melalui kegiatan ini, KBK Keuskupan Manado berharap pembangunan sarana ibadah dapat semakin mendukung kehidupan rohani umat, memperkuat persekutuan, serta menjadi warisan iman bagi generasi berikutnya. (yos)














