Manado, DetikManado.com – Lebih kirang selama tiga hari terakhir, antrian panjang di hampir semua SPBU di Sulut. Ini dipicu kekhawatiran akan kelangkaan BBM terutama jenis Pertalite. Setelah tiga hari, bagaimana kondisi terkini SPBU-SPBU tersebut?
Pantauan Detik Manado.com pada, Minggu (18/10/2026) pagi, di sejumlah SPBU di Kota Manado dalam kondisi normal. Antrian kendaraan tidak lagi mengular seperti hari-hari sebelumnya. Semua kendaraan antri di dalam area SPBU.
“Kondisi sudah kembali normal sejak kemarin sore,” ujar salah satu petugas SPBU Sario, Kota Manado.
Di SPBU Sario, seorang anggota Polri tampak ikut membantu mengatur para pengemudi yang hendak mengisi BBM di situ. Ini membuat situasi lebih tertib dan lancar.
Situasi yang agak berbeda terlihat di SPBU COCO Boilevard Manado, pada Minggu pagi sekitar pukul 09.45 Wita. Antrian kendaraan roda empat masih memanjang di sisi kanan Jalan Pierre Tendean. Bahkan ada dua jalur antrian untuk kendaraan roda empat sepanjang lebih kurang 100 meter.
Sementara itu di SPBU Wanea Tanjung Batu, suasana relatif sepi. Tidak ada antrean kendaraan, bahkan beberapa petugas masih punya waktu “jeda” untuk menanti kendaraan yang datang.
“Lancar, tidak ada antrean panjang,” ujar salah satu petugas SPBU Wanea.
Beralih ke SPBU Winangun Atas, antrean kendaraan tidak seperti hari-hari sebelumnya. Meski masih cukup banyak kendaraan yang antre, namun semua sudah berada di dalam areal SPBU.
“Berbeda dengan kemarin-kemarin, antrian memanjang sampai di sisi kiri kanan jalan,” ujar salah satu warga setempat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan berbagai langkah operasional untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM dan meningkatkan kenyamanan konsumen.
“Kami melakukan penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30% dari rata-rata harian normal, disertai penguatan operasional di SPBU dan Integrated Terminal Bitung yang beroperasi selama 24 jam. Kami juga menambah operator, menurunkan petugas marshall, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di SPBU. Seluruh upaya ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujar Lilik.
Selain memperkuat operasional, Pertamina juga membagikan air mineral kepada konsumen yang sedang mengantre di SPBU. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang harus menunggu giliran pengisian BBM.
Pertamina memahami bahwa kondisi yang terjadi saat ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan penyaluran dan pelayanan di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi energi di Sulawesi Utara.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat yang mengalami kendala pelayanan atau menemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135. (yos)













