Semarang, DetikManado.com — Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kabupaten Semarang, tidak hanya fokus pada modernisasi infrastruktur.
Di tengah proyek pengecoran jalan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), para prajurit TNI bersama warga setempat berkomitmen menjaga kelestarian batu bersejarah Watu Lumpang, Senin (10/8/2026).
Batu bersejarah yang menyerupai tempurung tersebut merupakan cagar budaya lokal yang dihormati warga secara turun-temurun. Sebagai langkah perlindungan, jalur jalan yang diperlebar dan diperhalus dirancang khusus agar tetap mengelilingi situs tersebut tanpa merusak bentuk maupun posisinya.
Tokoh masyarakat Dusun Gompyong, Suwondo Kardi (65), mengapresiasi kepedulian prajurit TNI yang tetap mengutamakan kearifan lokal di tengah arus pembangunan fisik.
“Kami sangat berterima kasih karena bapak prajurit memperhatikan hal ini. Bagi kami Watu Lumpang bukan sekedar batu, melainkan peninggalan nenek nenek moyang yang kami pelihara. Senang sekali pembangunan berjalan baik tanpa menghapus jejak sejarah desa,” ujar Suwondo di lokasi pembangunan.
Melalui pendekatan ini, program TMMD ke-129 membuktikan bahwa modernisasi desa dan pelestarian warisan leluhur dapat berjalan beriringan. Setelah pengerjaan jalan selesai, Watu Lumpang diproyeksikan menjadi ikon bersejarah yang mempercantik akses jalan baru di Desa Cukil. (yos)














