Semarang, DetikManado.com — Menjelang berahirnya masa pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, personel Satgas bersama warga setempat terpaksa memacu ritme kerja.
Langkah percepatan berupa pengerjaan pengecoran jalan desa ini dilakukan guna memastikan target infrastruktur rampung tepat waktu.
Meski diterpa cuaca terik, sinergi antara TNI dan masyarakat lokal tidak surut. Warga secara sukarela bergotong royong mengangkut material, menyiapkan adonan cor, hingga meratakan jalan yang dulunya sulit dilalui.
Danramil sekaligus Komandan Peleton Satgas TMMD, Kapten Czi Sujadi, menegaskan bahwa pemanfaatan sisa waktu secara optimal menjadi prioritas utama timnya saat ini tanpa mengurangi kualitas bangunan.
“Seluruh personel bersama masyarakat terus bekerja maksimal. Kami optimistis target penyelesaian pengecoran jalan dapat tercapai tepat waktu berkat dukungan dan partisipasi aktif warga,” ujar Kapten Czi Sujadi di lokasi pengerjaan, Minggu (2/8/2026).
Pembangunan akses jalan ini dinilai vital bagi mobilitas warga, terutama saat memasuki musim hujan. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan yang rusak kerap mengganggu roda perekonomian dan aktivitas harian warga desa.
Manfaat langsung dari percepatan pembangunan ini dirasakan betul oleh masyarakat. Amran (51), salah seorang warga yang ikut meratakan adonan cor, mengungkapkan rasa bahagianya atas terwujudnya jalan baru di desanya.
“Jalan ini sangat kami butuhkan. Nanti kalau sudah selesai, akses transportasi jadi lancar, ekonomi warga makin hidup, dan anak-anak tidak lagi kesusahan kalau mau berangkat sekolah,” tutur Amran penuh harap.
Melalui kemitraan erat antara Satgas TMMD dan warga, pengerjaan fisik ini diproyeksikan selesai sesuai jadwal, sekaligus menjadi bukti nyata menguatnya kembali budaya gotong royong di pedesaan. (yos)














