Manado, DetikManado.com — Bakal calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr dr Theresia MD Kaunang SpKJ Subsp AR (K) menegaskan pentingnya pengembangan Unsrat dari Badan Layanan Umum (BLU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menuju Badan Hukum (BH).
Menurutnya, langkah ini menjadi kunci agar universitas bisa berkembang lebih pesat, baik di kancah nasional maupun internasional.
Hal tersebut disampaikannya usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unsrat di auditorium Unsrat pada Jumat 6 November 2025 pukul 11.30 Wita. Ia menyatakan bahwa arah pengembangan menuju Badan Hukum harus dibarengi dengan pembenahan mendasar pada aspek tata kelola.
“Nah, yang menjadi pokok adalah pengembangan PTN BLU ke PTN Badan Bukum. Tentunya dengan demikian, di situ akan terlihat bahwa Unsrat lebih berkembang jika kita menjadi suatu badan hukum,” ujar Theresia Kaunang.
Ia memaparkan, pembenahan tata kelola tersebut mencakup keuangan, akreditasi, hingga pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Sorotan khusus juga ia berikan pada peningkatan kesejahteraan dosen serta optimalisasi riset agar merata dan tidak hanya berputar di kalangan tertentu.
“Banyak yang dimanfaatkan SDM dosen-dosen, tapi kesejahteraan dosen itu belum diperhatikan, ya. Seolah-olah sebagai dosen kita hanya diperas tenaga, tapi kesejahteraan itu tidak diperhatikan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemandirian finansial dan pengelolaan aset, termasuk pemanfaatan lahan tidur, pengembangan jiwa kewirausahaan (socio-creative-preneur) di seluruh fakultas, hingga pembangunan Rumah Sakit Pendidikan yang selama ini mangkrak sejak 2006.
“Sementara kita Fakultas Kedokteran banyak mengeluarkan uang untuk membayar pendidikan di rumah sakit-rumah sakit jejaring yang lain, yang harusnya tidak perlu kita mengeluarkan dana yang sebesar itu karena kita sudah punya rumah sakit sendiri,” kata Theresia, yang juga menambahkan bahwa fasilitas tersebut berpotensi dikembangkan untuk mendukung medical tourism.
Menutup keterangannya, Theresia menekankan pentingnya digitalisasi, transparansi, akuntabilitas, serta kepemimpinan yang berintegritas demi melahirkan lulusan Unsrat yang mendunia.
Dengan demikian, lulusan Universitas Sam Ratulangi akan menelorkan leader-leader yang akan mendunia, bukan menjadi pengekor.
“Yang pintar otaknya dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Dia berharap, seluruh proses pemilihan rektor dapat berjalan lancar demi kemajuan bersama institusi. (yos)














