UHO dan Unsrat Kolaborasikan Penyuluhan dan Teknologi PLTS, Perkuat Masyarakat Pesisir Kima Bajo

Tim akademisi UHO dan Unsrat berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

Minahasa Utara, Detik Manado.com – Tim akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada September 2026, berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut. Kolaborasi ini melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kolaborasi ini mempertemukan dua bidang keahlian yang saling melengkapi. Tim Unsrat berkontribusi dalam pengenalan, implementasi, demonstrasi, dan pelatihan teknis PLTS, sedangkan tim UHO menerapkan rekayasa sistem penyuluhan pertanian melalui asesmen kebutuhan, pembelajaran partisipatif, penguatan kapasitas, evaluasi, serta penguatan komitmen masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ketua tim UHO, Dr Sitti Nur Isnian SP MSc menjelaskan bahwa, keberlanjutan suatu inovasi tidak cukup hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi.

“Masyarakat sebagai pengguna juga perlu memperoleh ruang untuk belajar, memahami manfaat teknologi, mengembangkan keterampilan, dan membangun komitmen untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan,” papar Sitti Nur Isnian.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui asesmen kondisi awal masyarakat, penyuluhan dan diskusi partisipatif, pelatihan teknis PLTS, praktik, refleksi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan positif pada pengetahuan dan penerimaan masyarakat terhadap energi terbarukan dan PLTS.

“Keterampilan awal penggunaan dan pemeliharaan teknologi juga mulai berkembang, meskipun masih memerlukan praktik dan pendampingan lanjutan,” ujarnya.

Ketua Tim Unsrat, Jumriadi ST MSi menilai bahwa agar inovasi teknologi benar-benar dapat diterapkan di masyarakat, aspek teknis perlu berjalan bersama proses penyuluhan. Kehadiran penyuluhan menjadi penting untuk membantu mempertemukan teknologi dengan masyarakat yang akan memanfaatkan dan mengembangkannya.

“Masyarakat Kima Bajo menunjukkan antusiasme selama proses kegiatan dan menyampaikan harapan agar pendampingan tidak berhenti setelah kegiatan utama selesai,” ujar Jumriadi.

Antusiasme tersebut kemudian diperkuat melalui komitmen bersama yang diwujudkan dengan penandatanganan Banner Komitmen Transisi Energi dan Keberlanjutan Pemanfaatan PLTS.

Dari unsur Pemerintah Desa Kima Bajo, Amran Kabaena menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan. Dia berharap, pendampingan dapat dilanjutkan hingga pemanfaatan PLTS semakin berkembang, menuju kemandirian energi dan membuka peluang Kima Bajo menjadi desa percontohan.

Ketua Komunitas Nelayan, Safrudin Saleh juga optimistis inovasi tersebut sangat mungkin dikembangkan di Kima Bajo. Menurutnya, keberlanjutan penerapan teknologi tetap membutuhkan pendampingan dari perguruan tinggi dan dukungan kebijakan pemerintah.

Antusiasme tersebut kemudian diperkuat melalui komitmen bersama yang diwujudkan dengan penandatanganan Banner Komitmen Transisi Energi dan Keberlanjutan Pemanfaatan PLTS. Komitmen tersebut melibatkan Pemerintah Desa, komunitas nelayan, dan perempuan nelayan sebagai bentuk dukungan bersama terhadap keberlanjutan pemanfaatan PLTS. Masyarakat juga mengidentifikasi penggerak lokal yang diharapkan dapat mendukung proses belajar dan pemanfaatan teknologi setelah kegiatan utama berakhir.

Kolaborasi tim akademisi UHO dan Unsrat menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan pada masyarakat pesisir membutuhkan keterpaduan antara teknologi dan manusia. Teknologi menyediakan solusi, sementara pendidikan, penyuluhan, dan pemberdayaan membantu masyarakat membangun kapasitas untuk menerima, menggunakan, dan mempertahankan kebermanfaatannya.

Pengalaman Kima Bajo juga membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi lintas disiplin dan lintas wilayah. Pendekatan serupa berpotensi diadaptasi pada masyarakat pesisir maupun sektor produktif lainnya sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Mandiri ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (yos)


Pos terkait