Wali Kota Kotamobagu Dorong Orang Tua Terapkan Pola Asuh Tanpa Kekerasan

Kotamobagu, DetikManado.com – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan mendorong penerapan pola asuh yang positif di lingkungan keluarga dan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar di Aula Serbaguna SKB Kotamobagu, Selasa (01/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Dampak Pola Asuh terhadap Psikologi dan Karakter Anak” tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kotamobagu.
Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rinda Gaib Mokoginta, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, Anggota DPRD Kota Kotamobagu Saidin Mokoginta, para Asisten Sekda, jajaran pimpinan OPD, camat, lurah, serta tokoh masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala DP3A Kota Kotamobagu, Sarida Mokoginta, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan memperluas wawasan masyarakat mengenai pola pengasuhan modern yang mengedepankan pendekatan tanpa kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

Pemahaman mengenai pola asuh yang tepat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman sekaligus mencegah gangguan psikologis pada anak.

Kegiatan tersebut diikuti 125 peserta yang terdiri dari unsur Pokja I TP-PKK, Karang Taruna Kelurahan Gogagoman, pelajar, serta guru pendamping. Pelaksanaannya mendapat dukungan anggaran DAK Non-Fisik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kotamobagu mengapresiasi kolaborasi DP3A dan TP-PKK dalam memperkuat perlindungan terhadap anak.
Ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus sekaligus masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat menjadi tanggung jawab bersama.

“Kekerasan terhadap anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga berdampak mendalam pada psikologis, emosi, hingga pembentukan karakter. Oleh karena itu, pola asuh di rumah tangga serta lingkungan sekolah yang aman menjadi kunci utama pencegahan,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga mengimbau para orang tua menjadikan rumah sebagai ruang aman bagi anak dengan membangun komunikasi yang terbuka, penuh kasih sayang, serta menghindari kekerasan dalam mendidik.
Di sisi lain, tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dengan menanamkan nilai moral, empati, dan sikap saling menghargai.

Wali Kota berharap materi yang disampaikan psikolog klinis Indri Dilapanga dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga masyarakat. (Dayat)


Pos terkait