Puluhan siswa SMAN 2 Bitung mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar pada, Rabu (7/10/2026).
Bitung, Detik Manado.com – Puluhan siswa SMAN 2 Bitung mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar pada, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS) ini dibuka oleh Kepala SMAN 2 Bitung Maxi Awondatu SPd MPd.
Dalam sambutannya, Maxi Awondatu mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik berkaitan dengan kegiatan peningkatan literasi yang ada di SMAN 2 Bitung.
“Kegiatan ini (Pelatihan Jurnalistik) kami anggap bisa meningkatkan kompetensi seluruh siswa yang ada di sekolah ini di bidang literasi,” tutur Maxi Awondatu yang saat sementara menempuh pendidikan doktor Kimia di FMIPAK Universitas Negeri Manado (Unima) ini.
Terkait hal itu, dia berharap, ketika materi disampaikan semua bisa memahami dan mempratikkannya dengan baik.
Hal berikutnya adalah tentang bagaimana menggunakan medsos. Ini menjadi sebagai dasar bagi SMAN 2 Bitung melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut.
“Karena penggunaan medsos terkadang kala disalahgunakan oleh berbagai kepentingan. Saya berharap lewat kegiatan pelatihan ini, anak-anak semua dapat memahami bagaimana bermedsos dengan baik,” tuturnya.
Para siswa sementara menjalani praktek penulisan berita singkat atau straight news.
Maxi Awondatu memaparkan, melalui pelatihan itu para siswa d harapkan memiliki ketrampilan dalam membuat berita yang baik. Bagaimana membuat narasi tentang suatu keadaan yang nantinya akan dijadikan suatu berita.
“Jangan berita halu, ya. Jangan berita-berita hoaks,” ujarnya.
Ketika menerima pelatihan, lanjut dia, diharapkan para siswa akan menjadi pilar untuk dapat menyampaikan kepada teman-teman lain yang bukan peserta agar tingkat literasi semakin meningkat. Bagaimana membuat berita yang baik, kemudian bagaimana penyebarannya di medsos bisa dilakukan dengan baik.
Dia juga berharap, melalui kegiatan itu para siswa juga termotivasi untuk nantinya bisa mengikuti event Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Ketika ada lomba, para siswa yang akan diutus dalam ajang tersebut.
Pelatihan Jurnalistik ini menghadirkan tim dari JPS yang terdiri dari Dion Lande (wartawan New Posko Manado/Ketua JPS), Harto Marentek (wartawan RRI Manado) serta Yoseph Ikanubun (Pemred Detik Manado.com).
Pada sesi pertama, Yoseph Ikanubun memaparkan tentang Pengantar Pers dan Jurnalistik. Dia menjelaskan mulai dari pengertian pers, sejarah perkembangan pers di dunia, pengertian dan kerja wartawan, serta jenis-ienis media massa.
“Pada prinsipnya wartawan melaksanakan kerja jurnalistik yang meliputi 6M yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyebarkan informasi melalui media cetak elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia,” papar Ikanubun yang juga Ahli Pers Dewan Pers ini.
Sejumlah siswa mempresentasikan hasil penulisan berita.
Dia mengingatkan, dalam menjalankan profesinya wartawan mengacu pada UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.
Pada sesi kedua, Dion Lande memaparkan tentang Tekhnik Reportase dan Wawancara. Dijelaskan terkait pengertian wawancara, jenis wawancara serta mempersiapkan dan melakukan wawancara secara efektif.
“Wawancara adalah salah satu Tekhnik dalam reportase di mana wartawan menggali informasi dari narasumber,” ujar Dion Lande.
Sesi ini menjadi menarik ketika dilakukan simulasi wawancara singkat oleh para siswa terhadap narasumber.
Harto Marentek tampil sebagai narasumber ketiga yang memaparkan materi Tekhnik Penulisan Berita. Dia membahas tentang pengertian berita, jenis berita, nilai berita, unsur berita, dan struktur berita.
“Yang penting diperhatikan adalah dalam sebuah berita harus memiliki unsur 5W+1H yakni What, Who, When, Where, Why dan How,” tuturnya.
Usai materi, para peserta yang terdiri dari 50 siswa ini melakukan praktek menulis sebuah berita singkat atau straight news. Setelah itu, delapan siswa membacakan berita yang telah ditulis tersebut.
Pelatihan yang berlangsung selama hampir 4 jam itu berlangsung dengan lancar, diikuti dengan antusias oleh para siswa. (yos)