Manado, DetikManado.com – Akibat pembatalan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut pada, Minggu (18/10/2026) malam, sekolah-sekolah tampak sepi pada Senin (19/10/2026) pagi. Banyak guru dan siswa tahu akan melakukan pembelajaran dari rumah.
Pantauan DetikManado.com di SMKN 3 Manado, sekitar pukul 07.10 Wita, suasana sekolah masih sepi. Hanya ada 7 siswa yang berada di gerbang masuk sekolah. Seorang guru mondar-mandir di sekolah itu. Sedangkan ruang guru tampak kosong. Kepala SMKN 3 Manado, Sylvia Ransulangi SPd MM saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak menjawab.
Suasana yang sama juga terlihat di SMAN 7 Manado dan SMAN 2 Manado. Dua sekolah yang bersebelahan ini tampak sepi. Hanya ada beberapa siswa yang berada di halaman sekolah. Area parkiran di SMAN 7 Manado yang biasa padat, kini kosong. Sementara di SMAN 2 Manado, puluhan sepeda motor tampak terparkir di sisi kiri ruas jalan.
Sementara itu, di SMKN 1 Manado, beberapa siswa terlihat mulai memasuki halaman sekolah sekitar pukul 07.30 Wita. Suasana juga masih terlihat sepi. Kondisi agak berbeda terpantau di SMAN 1 Manado. Meski masih terlihat sepi, namun beberapa guru berada di gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa.
“Karena pemberitahuan soal pembatalan PJJ ini mendadak, baru kami terima tadi malam, maka unsur jam belajar kami geser ke pukul 07.50 Wita,” ujar salah satu kepala sekolah.
Dia mengatakan, banyak siswa dan guru yang tahu bahwa selama tiga hari ke depan akan dilaksanakan PJJ. Pembatalan yang tiba-tiba ini yang membuat banyak pihak tidak tahu.
“Saya terima surat ini tadi malam jam sepuluh,” ujarnya.
Pembatalan pelaksanaan PJJ itu berdasarkan Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Drs Jahja Rondonuwu MSi tertanggal 18 Oktober 2026.
Dalam Surat Edaran Nomor: 420/DIKDA-01/3124/X/2026, disebutkan bahwa menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Nomor 400.3.1/26.5884/SEKR-DIKDA tanggal 18 Oktober 2026 tentang Pembatalan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh bagi peserta didik, serta memperhatikan perkembangan kondisi ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah Sulut yang telah kembali normal, maka perlu dilakukan penyesuaian kembali terhadap kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Provinsi Sulut.
“Sehubungan dengan hal tersebut, maka disampaikan hal-hal berikut, membatalkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut Nomor 420/DIKDA-01/3123/X/2026 tanggal 16 Oktober 2026 perihal pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh bagi peserta didik SMA/SMK/SLB di Provinsi Sulut pada tanggal 19 sampai 21 Oktober 2026,” demikian kutipan dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Jahja Rondonuwu tersebut.
Kedua, pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada SMA/SMK/SLB agar tetap dilaksanakan secara tatap muka sesuai dengan kalender pendidikan dan ketentuan yang berlaku.
“Dimintakan kepada kepala SMAN, SMK, dan SLB negeri maupun swasta agar segera menyampaikan informasi pembatalan ini kepada seluruh warga sekolah di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Jahja Rondonuwu sebagaimana tertera dalam Surat Edaran itu.
Sementara itu, Plh Sekretaris Dinas Dikda Provinsi Sulut, Bravo Turangan ST MAP saat dikonfirmasi terkait kondisi sekolah-sekolah yang sepi dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, mengatakan sejak Minggu malam sudah memberikan informasi melalui Surat Edaran ke satuan pendidikan. Isinya tentang Pembatalan PJJ dan dilakukan pembelajaran tatap muka.
“Jadi karena situasi yang normal kembali terkait distribusi BBM yang berdampak juga ke mobilitas sekolah, maka pimpinan mengambil kebijakan untuk pembelajaran tatap muka. Kami di Dinas Pendidikan Daerah menindaklanjuti itu dengan mengeluarkan surat edaran untuk pembelajaran tatap muka,” ujar Bravo.
Menurutnya, pembelajaran tatap muka merupakan hak peserta didik yang harus diberikan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran jarak jauh. Hal ini juga untuk memenuhi pendidikan layak yang harus didapatkan oleh peserta didik.
“Sehingga diputuskan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.
Dia juga memahami kondisi di mana sekolah sepi karena banyak siswa yang mungkin terlambat mendapat informasi pembatalan PJJ. Terkait itu akan dikoordinasikan dengan Kepala Bidang terkait serta dibahas bersama pimpinan.
“Yang pasti untuk besok sudah kembali normal, pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah,” ujarnya. (yos)













