Tekan Inflasi, Pemprov Sulut Gelar FDP Tahap IV di Pasar 23 Maret Kotamobagu

Pemprov Sulut bersama TPID dan Bank Indonesia menggelar FDP Tahap IV di Pasar 23 Maret.

Kotamobagu, DetikManado.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia (BI) memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui program Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) Tahap IV di Pasar 23 Maret, Kota Kotamobagu, Senin (19/10/2026).

Program kali ini difokuskan pada distribusi cabai rawit merah atau rica, salah satu komoditas pangan yang pergerakan harganya kerap berkontribusi terhadap tekanan inflasi daerah.

Melalui FDP, pemerintah berupaya memperpendek rantai distribusi agar komoditas pangan dapat diperoleh masyarakat dengan harga lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulut, TPID, dan Bank Indonesia atas dukungan terhadap ketahanan pangan di daerah.

“Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TPID, bersama Bank Indonesia atas pelaksanaan program Fasilitas Distribusi Pangan Tahap IV di Kota Kotamobagu,” ujar Noval.

Ia mengatakan, program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Program Fasilitas Distribusi Pangan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Kotamobagu karena dapat menjaga stabilitas harga pangan, mempertahankan daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah, baik di Kotamobagu maupun Sulawesi Utara pada umumnya,” tambahnya.

Pelaksanaan FDP Tahap IV di Pasar 23 Maret turut dihadiri perwakilan Pemprov Sulut, Bank Indonesia Perwakilan Sulut, jajaran Polres Kotamobagu, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat kelancaran distribusi komoditas pangan, menjaga kestabilan harga, serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemkot Kotamobagu juga berharap sinergi tersebut terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi secara berkelanjutan. (Dayat)


Pos terkait