Kodaeral VIII Amankan Insiden Terbakarnya Tanker MT Mika Zayn di Bitung

Terbakarnya kapal tanker MT Mika Zayn di perairan Selat Lembeh, Bitung, Sulut, Minggu (1/11/2026) malam.

Bitung, DetikManado.com — Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VIII mengerahkan unsur patroli untuk melaksanakan pengamanan dan dukungan pencarian serta pertolongan (SAR) terhadap kejadian terbakarnya kapal tanker MT Mika Zayn di perairan Selat Lembeh, Bitung, Sulut, Minggu (1/11/2026) malam.

Pengerahan operasi tersebut dilakukan dengan cepat guna mendukung penanganan kejadian serta memastikan situasi di perairan sekitar tetap kondusif.

Bacaan Lainnya

Dankodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi SE MTrOpsla melalui Kadispen Kodaeral VIII Kolonel (P) Andreas Suko Riyanto SH menyampaikan bahwa pihak Kodaeral VIII bergerak menyiagakan armada tak lama setelah menerima laporan kejadian.

Kodaeral VIII mengirimkan unsur KAL Patola VIII-27 dan RHIB dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII guna mendukung penanganan kejadian dan memastikan situasi tetap aman.

“Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam mendukung operasi SAR serta menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Utara sesuai tugas dan kewenangan kami, ” ujar Andreas dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 17.00 Wita. Kapal tanker berbendera Indonesia dengan panjang 85 meter, lebar 15 meter, serta kapasitas bobot mati (DWT) 3. 670 ton itu tengah berlabuh di perairan Selat Lembeh pada koordinat 1° 26′ 17″ LU, 125° 09′ 40″ BT. Asap tebal tiba-tiba keluar dari bagian mesin kapal yang kemudian memicu timbulnya kobaran api.

Mengetahui kondisi darurat tersebut, pihak MT Mika Zayn langsung berkoordinasi dengan Pelindo dan Pertamina untuk meminta bantuan penanganan pemadaman api. Sebagai upaya pengamanan lebih lanjut, kapal selanjutnya ditarik menggunakan kapal pandu menuju perairan di depan PT AKR, Madidir, untuk menjalani proses pengamanan dan pendinginan guna meminimalkan risiko kebakaran susulan.

Api berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada pukul 22.15 Wita dan langsung dilanjutkan dengan proses pendinginan. Di saat yang sama, tim Basarnas melaksanakan proses bantuan menggunakan KT Tondano.

Meski api telah berhasil dikuasai, ruang mesin kapal dilaporkan masih terus mengeluarkan asap  Oleh karena itu, unsur pendukung dari Kodaeral VIII beserta instansi terkait tetap bersiaga penuh di lokasi kejadian untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi.

Turut mendukung proses penanganan dan pengamanan yakni, KT Bunaken (PT Pelindo Marine Servis), serta FB Wisnu III (PT Pertamina Trans Kontinental) dan KN P 380 atau Kapal Patroli KPLP. (yos)


Pos terkait