Ini Kata Peserta Tentang Bina Rohani KMK Unima

Peserta Bina Rohani, Antonius Purba (kiri) dan Veronika Pangaribuan (kanan) usai menyampaikan kesan dan pesan, Minggu (27/10/2019). (Foto: Richard Fangohoi/DetikManado.com)

Airmadidi, DetikManado.com – Bertempat di Wale Christian Kaima, Airmadidi, Minahasa Utara (Minut), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Santo Petrus Universitas Negeri Manado (Unima) berhasil melaksanakan kegiatan tahunan yakni Bina Rohani, Jumat-Minggu (25-27/10/2019).

Selain keberhasilan tersebut, panitia juga mengagendakan acara kesan dan pesan. Panitia memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan kesan dan pesan Bina Rohani Tahun 2019 dengan tema “Kalian Tahu Menilai Gelagat Bumi dan Langit, Tetapi Mengapa Tidak Dapat Menilai Zaman Ini?”. Apa saja kesan dan pesan dari peserta Bina Rohani?

Bacaan Lainnya

Antonius Purba dan Veronika Pangaribuan, dua peserta Bina Rohani tampil memaparkan kesan dan pesan mereka mewakili para peserta kegiatan. Purba berkesan, Bina Rohani dan kegiatan lain yang diikutinya memiliki suatu pembelajaran baru. “Tetap memberikan motivasi dan semangat baru untuk lebih giat dan percaya lagi kepada sesama. Terutama kepada keluarga dalam menjalani hidup, karena mereka adalah orang-orang yang akan membantu dan pertama sekali mengulurkan tangan di saat kita jatuh,” katanya.

Purba mengatakan, semangat dalam organisasi KMK bagi peserta tidak hanya sebatas Bina Rohani. Ia menuturkan, sejujurnya beberapa bulan ini dirinya kurang aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan KMK.

Namun dengan pelaksanaan Bina Rohani selama 3 hari, minimal di fakultas ia akan aktif di organisasi KMK. “Di situ saya akan belajar dan coba membenah diri,” ungkap Anto sapaan akrabnya.

Purba menambahkan, pelaksanaan Bina Rohani ke depan, panitia dapat menyediakan kursi kepada untuk duduk saat menerima materi yang diberikan. Tujuannya agar peserta bisa fokus dan konsentrasi pada materi.

Sementara itu, Pangaribuan menuturkan, kesan yang ia dapat ketika setiap peserta dari berbagai KMK fakultas di Unima disatukan dalam kegiatan Bina Rohani. Hal tersebut terkesan bagus karena tidak hanya 1 fakultas, melainkan 7 fakultas. “Disini dengan adanya Bina Rohani ini, kita diberikan kesempatan untuk bertemu dan berkenalan,” imbuhnya.

Senada dengan Purba, Pangaribuan menuturkan, kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin terus dalam organisasi KMK. Vero panggilannya ini berpesan, ke depannya panitia dapat meninjau kembali sarana penunjang seperti sarana air yang cukup bagi peserta. “Dan semoga tahun depan, kakak senior melihat peserta (Bina Rohani Tahun 2019) yang boleh menjadi panitia,” tutupnya.

Lain pihak, Sulio EF Rahamitu Ketua Panitia Bina Rohani berpesan, kiranya para mahasiswa Katolik terlebih khusus peserta tetap bergabung dalam KMK Unima. “Kiranya (awal perkuliahaan) hingga akhir di Unima, selalu berproses bersama KMK Unima. Membangun kebersamaan dan kekatolikan,” pungkas mahasiswa Fakultas Ekonomi (Fekon) ini. (rf)

Komentar Facebook

Pos terkait