Merawat Kemerdekaan, Menguatkan Kemanusiaan, Semarak HUT RI di PKBI Sulut

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulut menggelar rangkaian kegiatan 17 Agustus yang berlangsung di Kantor PKBI Sulut pada 14 dan 17 Agustus 2026.

Manado, DetikManado.com – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulut menggelar rangkaian kegiatan 17 Agustus yang berlangsung di Kantor PKBI Sulut pada 14 dan 17 Agustus 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan, nasionalisme, serta komitmen seluruh keluarga besar PKBI Sulut dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan melalui pelayanan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Direktur PKBI Sulut Serjio Christian Saeh SH MPd memaparkan, rangkaian kegiatan diawali pada 14 Agustus 2026 dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh staf PKBI Sulut. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. “Beragam perlombaan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar sesama staf sekaligus menghadirkan kegembiraan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Puncak peringatan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 melalui upacara penghormatan bendera. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga bagi kemerdekaan Indonesia.

“Kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Karena itu, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dimaknai dengan meneruskan perjuangan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” papar Serjio.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menghormati jasa para pahlawan, termasuk mereka yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Salah satu tokoh yang menjadi bagian penting dalam sejarah PKBI adalah Dr R. Soeharto, yang turut memprakarsai lahirnya gerakan keluarga berencana di Indonesia dan menjadi salah satu pendiri PKBI.

Menurut Serjio, semangat perjuangan para pendahulu harus diterjemahkan dalam tantangan masa kini. Tugas generasi sekarang bukan lagi merebut kemerdekaan, tetapi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta memastikan nilai-nilai kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Bagi PKBI, semangat tersebut diwujudkan melalui kerja nyata dalam memperjuangkan hak asasi manusia, kesetaraan, keberagaman, serta pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang masih mengalami keterbatasan akses dan marginalisasi,” tuturnya.

Dia mengatakan, kemerdekaan juga harus menjadi ruang yang menjamin setiap warga negara dapat hidup secara bermartabat tanpa membedakan latar belakang, kondisi sosial, identitas, maupun keberagamannya. Nilai inilah yang terus menjadi bagian dari semangat PKBI dalam memberikan pelayanan serta melakukan berbagai kerja kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Peringatan kemerdekaan ini diharapkan dapat semakin menguatkan semangat nasionalisme seluruh staf PKBI Sulawesi Utara. Nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol negara, tetapi juga melalui keberanian untuk terus bekerja bagi kemanusiaan, menghargai keberagaman, serta memperjuangkan hak setiap warga negara,” ujarnya.

Usai pelaksanaan upacara penghormatan bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara kebersamaan keluarga besar PKBI Sulut.

Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan kehadiran Lurah Sario Tumpaan, Moudi F. Kowaas, SSos yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Kebersamaan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan yang tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa pesan bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam kerja, pelayanan, solidaritas, dan keberpihakan kepada sesama.

“Semoga semangat kemerdekaan terus menjadi kekuatan untuk merawat persatuan, menghargai keberagaman, memperjuangkan kemanusiaan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” tuturnya. (yos)


Pos terkait