Pesan Rektor IAIN Manado Saat Membuka Kegiatan Penerimaan Anggota Pers Mahasiswa

Rektor IAIN Manado Dr Ahmad Rajafi Sahran MHI didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan bersama narasumber dan pengurus serta calon anggota LPM Suam. (Foto: Dokumentasi IAIN Manado)

“Abdurachman Surjomihardjo dalam buku Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia (1980) menyebut surat kabar berbahasa Belanda Bataviasche Nouvelles (1744-1746) sebagai terbitan pertama di Batavia,” ungkap dia.

Selanjutnya pada 1828, terbit Javasche Courant di Batavia. Surat kabar tersebut memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang, dan berita kutipan dari hari-harian di Eropa.

Bacaan Lainnya

Claudine Salmon dalam Literature in Malay by the Chinese of Indonesia (1981), mengatakan Soerat Chabar Betawie (1858) merupakan koran berbahasa Melayu pertama milik orang Tionghoa di Batavia.

“Selain itu juga ada sejumlah terbitan surat kabar yang berbahasa Jawa seperti Bromartani pada tahun 1865 yang terbit di Solo,” ujarnya.

Selanjutnya ada koran berbahasa Melayu yang terbit di luar Jawa seperti Cjahaja Siang (1868) di Minahasa, dan Bintang Timoer (1865) di Padang. Selanjutnya ada Medan Prijaji (1907) yang terbit di Batavia.

“Naamloze Vennootschap (NV) Kantor Berita Antara didirikan pada tanggal 13 Desember 1937, dimana pada saat itu diterbitkan untuk pertama kalinya, Buletin Antara, bertempat di Jalan Raden Saleh Kecil Nomor 2, Jakarta,” ungkap dia.

Dia kemudian memaparkan perkembangan pers di zaman penjajahan Jepang, awal kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi.

“Zaman Orde Lama dan Orde Baru, pembungkaman kemerdekaan pers dilakukan oleh penguasa. 7 Agustus 1994 lahirlah AJI sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim Soeharto, sekaligus memperjuangkan kemerdekaan pers,” ujarnya.

Selanjutnya pada era reformasi Surat Izin Penerbitan Pers (SIUPP) dihapuskan, sehingga penerbitan pers mulai melonjak drastis. Pemerintah juga mengesahkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“UU ini kemudian menjadi tonggak kebebasan pers pada era reformasi,” ujarnya.

Usai penyampaian materi, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta serta pembina LPM Suam IAIN Manado. (ml)

Komentar Facebook

Pos terkait