Piala Dunia 2026: Negara Kecil Cabo Verde Ukir Sejarah, Tahan Spanyol 0 – 0

Tim debutan Cabo Verde sukses menggemparkan dunia sepak bola setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Spanyo

Atalanta, DetikManado.com — Kejutan besar langsung tersaji di panggung Piala Dunia 2026. Tim debutan Cabo Verde sukses menggemparkan dunia sepak bola setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor kacamata 0-0 pada laga Grup H yang digelar di Stadion Atlanta, Selasa (16/6/2026) dini hari WITA.

Tampil sebagai tim yang sama sekali tidak diunggulkan, negara kecil dengan populasi tak lebih dari 500.000 jiwa ini menunjukkan pertahanan heroik. Mereka sukses meredam agresivitas tim bertabur bintang asuhan Luis de la Fuente sepanjang 90 menit sepanjang pertandingan.

Bacaan Lainnya

 

Tembok Kokoh Bernama Vozinha

Sejak peluit pertama dibunyikan, La Roja langsung mengambil kendali permainan dan mendominasi dominasi bola. Namun, organisasi pertahanan yang rapi dan disiplin tinggi dari skuad Blue Sharks membuat frustrasi para penyerang Spanyol.

Peluang setelah emas Spanyol di babak pertama lahir melalui sepakan Ferran Torres yang membentur mistar gawang menerima umpan silang Marc Cucurella. Bola muntah disambar oleh sundulan instingtif Mikel Oyarzabal, namun kiper veteran Cabo Verde, Vozinha, melakukan penyelamatan gemilang.

Kiper berusia 40 tahun yang dinobatkan sebagai Player of the Match ini kembali menjadi pahlawan menjelang turun minum. Ia terbang menepis sundulan tajam Aymeric Laporte yang memanfaatkan situasi bola mati.

Di babak kedua, Spanyol mencoba menambah daya gedor. Pada menit ke-71, De la Fuente memasukkan wonderkid Lamine Yamal. Masuknya Yamal menghidupkan dinamika serangan Spanyol, namun solidnya lini belakang Cabo Verde—yang mencatatkan rekor impresif tujuh clean sheet di masa kualifikasi—tetap tak goyah hingga peluit panjang bunyi.

 

Frustrasi di Kubu La Roja

Hasil imbang ini menjadi mencetak keras bagi Spanyol yang sejatinya menargetkan poin penuh pada laga pembuka ini. Lini depan mereka mencetak gol karena gagal mengkonversi sejumlah peluang emas menjadi gol.

Gelandang jangkar Spanyol, Rodri, mengakui bahwa terkesan kurang klinis di akhir lapangan saat menghadapi lawan yang menumpuk pemain di area pertahanan.

“Tim sudah berusaha, saya rasa kami memiliki permainan yang lancar. Ini tentang kesempurnaan peluang yang kami ciptakan, karena melawan tim yang banyak bertahan, Anda tidak akan memiliki banyak peluang, dan Anda tahu Anda harus memanfaatkannya. Sesederhana itu,” ujar Rodri usai pertandingan.

Nada kecewa juga tidak bisa dijelaskan oleh juru taktik Luis de la Fuente. Ia menyoroti hilangnya ketajaman skuadnya akibat faktor kebugaran yang belum maksimal.

“Seharusnya kami memenangkan pertandingan hari ini dengan semua yang terjadi, dengan semua situasi menguntungkan yang kami ciptakan, tetapi kami kurang segar dan tajam dalam penyelesaian akhir. Kami perlu terus berkembang dan mendapatkan ritme permainan,” tutur De la Fuente.

“Lawan kami adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat. Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kurang segar, maka hal ini terjadi. Sepak bola memang seperti itu – tidak ada lawan yang lemah di sini,” tutupnya.

Dengan hasil ini, Cabo Verde berhasil mengamankan satu poin bersejarah dalam debut perdana mereka di Piala Dunia FIFA, sementara Spanyol harus segera berbenah menjelang laga berikutnya jika ingin menjaga asa lolos ke babak gugur. (yos)


Pos terkait