Piala Dunia: Granit Xhaka dan Déjà vu Swiss di Qatar 2022

Granit Xhaka akan memimpin Swiss meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2022. (Foto: fifa.com)

 

Manado, DetikManado.com – Swiss mengungguli juara UEFA EURO, Italia, di babak kualifikasi dan menghukum mereka ke babak play-off.

Penampilan terbaik mereka sepanjang Piala Dunia FIFA adalah hat-trick perempat-final di 1934, 1938, dan 1954, saat menjadi tuan rumah.

Ada kesan deja-vu dalam pembagian grup di Piala Dunia FIFA 2022 Qatar bagi Swiss. Dan tidak heran. Kembali pada tahun 2018, Die Nati juga ditempatkan bersama Brasil dan Serbia di Grup E.

Meski berhasil menahan imbang wakil Amerika Selatan dan mengalahkan Serbia, Swiss yang lolos ke babak 16 besar harus disingkirkan oleh Swedia.

Swiss selalu bermain dengan rasa bangga, tanpa takut untuk tampil sebagai kuda hitam yang mungkin akan mengacaukan bursa calon juara.

Faktanya, keunggulan pertahanan mereka selama kualifikasi di Grup C menjadi alasan utama mengapa juara Eropa Italia gagal merebut posisi teratas.

Satu statistik menonjol menggarisbawahi bagaimana lini belakang Swiss telah lama menjadi tulang punggung tim. Kembali di Piala Dunia FIFA 2006 ketika mereka kalah adu penalti dari Ukraina di babak 16 besar setelah bermain imbang tanpa gol. Mereka menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan gol. Sebuah rekor yang masih bertahan sampai sekarang.

Komentar Facebook