Manado, DetikManaso.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memberi Surat Perintah kepada Prof Dr Ir Jamaludin Jompa MSc sebagai Plt Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Ada beberapa tugas utama yang harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.
“Tugas tersebut pada pokoknya adalah memastikan bahwa layanan akademik berjalan dengan baik dan lancar, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tetap terlaksana secara optimal, serta seluruh aktivitas kampus berlangsung secara normal, tertib, aman, dan kondusif,” papar Jamaludin Jompa melalui Humas Unsrat pada, Rabu (5/8/2026).
Ada tujuh poin yang disampaikan dalam rapat tersebut. Pertama, memastikan layanan akademik berjalan lancar.
Seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan akademik harus menjamin bahwa setiap mahasiswa memperoleh layanan akademik secara cepat, tepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Proses perkuliahan, registrasi dan pengisian rencana studi, pembimbingan akademik, pelaksanaan ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium, serta proses kelulusan harus berjalan sesuai kalender akademik,” papar Plt Rektor Unsrat.
Poin kedua adalah memastikan seluruh aktivitas kampus berjalan normal. Seluruh kegiatan administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, kerja sama.
Ketiga, memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpimpinan.
“Dalam masa pelaksanaan tugas ini, koordinasi menjadi sangat penting. Sebagai Plt Rektor saya meminta agar tidak ada unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap persoalan yang bersifat lintas unit harus diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang cepat,” papar dia.
Hal keempat yang disampaikan adalah para wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, dan kepala biro agar menyampaikan laporan secara berkala mengenai perkembangan pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, serta langkah penyelesaian yang telah dilakukan.
Masalah yang dapat diselesaikan pada tingkat fakultas atau unit kerja agar segera diselesaikan tanpa harus menunggu arahan dari tingkat universitas.
“Namun, persoalan strategis yang berdampak luas harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secara bersama-sama,” tuturnya.
Kelima adalah menjaga tata kelola, integritas, dan kepatuhan terhadap peraturan. Seluruh keputusan dan tindakan administratif harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta ketentuan internal universitas.
“Keenam adalah menjaga suasana kampus yang aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Dia mengatakan, Universitas Sam Ratulangi adalah rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, semua bertanggung jawab menjaga suasana akademik yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif.
“Setiap perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia. Jangan membiarkan perbedaan berkembang menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan akademik dan aktivitas kampus,” tuturnya.
Plt Rektor Unsrat mengharapkan, seluruh pimpinan mampu memberikan rasa tenang kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, orang tua mahasiswa, serta para mitra Universitas Sam Ratulangi.
Ketujuh, menjaga keberlanjutan program strategis universitas. Program-program yang telah direncanakan dan sedang berjalan harus tetap dilaksanakan sepanjang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi kemajuan universitas.
“Saya mengajak seluruh pimpinan untuk bekerja dengan semangat kebersamaan,” ujarnya .
Jamaludin Jompa mengatakan, tanggung jawab menjaga keberlangsungan Universitas Sam Ratulangi bukan hanya berada pada Plt Rektor, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan universitas.
Dalam menjalankan tugas, lanjut dia, harus utamakan kepentingan institusi, kepentingan mahasiswa, dan kepentingan masyarakat. Memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan kepastian, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen yang kuat dari seluruh pimpinan,” ujarnya.
Dia mengajak semua pihak bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
“Kita harus membuktikan bahwa Universitas Sam Ratulangi adalah institusi yang kuat, dewasa, dan mampu menjalankan seluruh fungsi akademik dan administrasinya dalam berbagai situasi,” ujarnya. (yos)















