Prodi Biologi FMIPA Universitas Papua Berbenah Menuju Kelas Internasional

Koordinator Program Studi Biologi, Heru Joko Budirianto SPd MSi saat kuliah umum di hadapan mahasiswa Program Studi Biologi pada Jumat (16/10/2026).

Manokwari, DetikManado.com — Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Papua (Unipa), terus memperkuat mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat Akreditasi Unggul sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Program Studi Biologi telah meraih Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) Nomor 024/SK/LAMSAMA/Akred/S/II/2025 yang berlaku hingga 26 Februari 2030. Untuk menjaga capaian tersebut, program studi ini secara berkelanjutan memperkuat sistem penjaminan mutu dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Papua. Dalam kuliah umum di hadapan mahasiswa Program Studi Biologi pada Jumat (16/10/2026), Koordinator Program Studi Biologi, Heru Joko Budirianto SPd MSi menjelaskan bahwa AMI merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Unipa.

Heru mengatakan, pelaksanaan AMI di Universitas Papua telah memasuki siklus keempat. Selama empat siklus tersebut, Program Studi Biologi menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada siklus keempat, audit mencakup sembilan standar mutu dengan total 30 butir penilaian. Seluruh butir dinyatakan tersedia dan memenuhi ketentuan, meskipun masih terdapat dua catatan observasi yang perlu ditindaklanjuti.

Heru menilai, catatan tersebut bukan semata-mata menjadi bahan evaluasi, melainkan juga dorongan bagi program studi untuk meningkatkan capaian hingga ke tingkat internasional.

“Catatan ini menjadi dorongan agar Program Studi Biologi mulai mengembangkan program bertaraf internasional. Salah satunya melalui program pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi di luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan jejaring akademik internasional perlu diikuti dengan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan dosen. Selain pertukaran mahasiswa, auditor juga menyarankan agar Program Studi Biologi mengupayakan pendanaan pengabdian kepada masyarakat dari mitra atau lembaga di luar negeri.

Salah satu mitra internasional yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan tersebut adalah South Australian Museum.

Heru mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan FMIPA Universitas Papua untuk menjajaki realisasi program pertukaran mahasiswa. Penjajakan kerja sama pendanaan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra eksternal juga tengah dilakukan.

“Upaya ini akan kami koordinasikan bersama pimpinan FMIPA. Kami berharap program pertukaran mahasiswa internasional dapat terealisasi. Untuk pendanaan pengabdian kepada masyarakat, pembicaraan dengan salah satu mitra juga telah dilakukan dan akan kami tindak lanjuti,” kata Heru.

Memperkuat Kolaborasi Internasional

Upaya membawa Program Studi Biologi ke tingkat internasional tidak hanya bertumpu pada rencana, tetapi juga dibangun melalui kolaborasi akademik dan penelitian. Bersama South Australian Museum, program studi tersebut telah melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain kuliah umum, pelatihan survei keanekaragaman hayati, dan penelitian yang melibatkan dosen serta mahasiswa.

Kolaborasi itu berlanjut melalui kuliah tamu bertajuk Non-volant Mammals along the Highest Mountain in Papua New Guinea yang disampaikan oleh František Vejmělka, MSc PhD. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penelitian bersama dosen untuk memperkuat pengalaman riset dan memperluas wawasan akademik sivitas akademika.

Selain mengembangkan kerja sama internasional, Program Studi Biologi juga meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga penelitian dalam negeri.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Kuliah tamu dan lokakarya teknik biologi molekuler untuk mendeteksi Southeast Asian Ovalocytosis (SAO) berbasis polymerase chain reaction (PCR). Kegiatan ini menggunakan kit hasil kerja sama dengan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Universitas Pelita Harapan (MRIN-UPH).

Lokakarya tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian bersama yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis laboratorium, tetapi juga mampu mengembangkan hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang dapat dipublikasikan.

“Luaran lain yang ingin kami dorong dari kegiatan lokakarya ini adalah penyusunan skripsi mahasiswa dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi,” ujar Heru.

Mendorong Wawasan Global Mahasiswa

Penguatan kapasitas akademik mahasiswa juga dilakukan melalui kegiatan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari institusi internasional. Program Studi Biologi menjadwalkan kuliah tamu pada Senin (19/10/2026) dengan menghadirkan Dr. Naima Iram dari Centre for Nature-based Climate Solutions, National University of Singapore (CNCS NUS).

Kuliah tamu bertajuk Understanding Blue Carbon tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Arfak, Gedung Biologi lantai satu, Universitas Papua, dengan peserta dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi.

Tema karbon biru diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran ekosistem pesisir dan laut dalam menyerap serta menyimpan karbon, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai penelitian dan solusi berbasis alam untuk menghadapi perubahan iklim.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akreditasi. Konsistensi dalam menjaga standar akademik, memperluas kolaborasi penelitian, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta membangun jejaring internasional menjadi bagian penting dari langkah Program Studi Biologi FMIPA Universitas Papua untuk memperkuat daya saingnya di tingkat global. (yos)


Pos terkait