DetikManado.com, Minahasa – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Kenzie Lengkong (17), remaja asal Tomohon yang hilang terseret arus di Pantai Tuturuga, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Korban ditemukan dalam kondisi kematian dunia pada Minggu (23/8/2026) pagi, sekaligus menutup pencarian korban tragedi terseret arus yang menelan total tiga korban jiwa tersebut.
Kronologi penemuan korban bermula saat Tim SAR Gabungan mengadakan briefing pada pukul 06.30 Wita untuk melanjutkan pencarian hari itu. Fokus operasi dipusatkan di sekitar Lokasi Kejadian Pertama (LKP) dengan pembagian tim menjadi dua formasi: penyisiran permukaan air dan pencarian bawah air menggunakan peralatan khusus bawah air serta snorkeling .
Hanya berselang satu jam dari dimulainya operasi lanjutan, tepatnya pukul 07.30 WITA, penyelamatan dan tim penyusir menemukan jasad Kenzie yang sudah tak bernyawa tak jauh dari lokasi awal ia terseret arus. Petugas langsung mengevakuasi jenazah remaja 17 tahun itu menuju rumah sakit di Tomohon sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Dengan ditemukannya Kenzie, total empat korban dalam kejadian ini telah terdata: satu orang selamat, sementara tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 09.30 WITA dan seluruh personel dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, hingga relawan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pencarian yang melibatkan puluhan personel dan peralatan canggih seperti drone thermal hingga Aqua Eye .
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan dalam proses pencarian dan bantuan. Semoga kerja sama dan sinergitas ini terus terjaga dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat,” ujar George Mercy Randang, Minggu (23/8/2026).
Paska kejadian tragis ini, Basarnas Sulut mengeluarkan imbauan keras bagi para wisatawan serta pengelola tempat wisata perairan di wilayah Minahasa dan sekitarnya agar meningkatkan pengawasan serta kesiapsiagaan darurat.
“Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi petugasnya dalam menghadapi kondisi darurat,” tegas George. (yos)














