Rutan Manado Bina Kerohanian WBP Melalui Belajar Mengaji

Kegiatan belajar mengaji bagi WBP yang beragama Islam di Masjid At-Taubah Rutan Manado.

Manado, Detik Manado.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado terus mendorong pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai kegiatan positif dan bernilai spiritual. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan belajar mengaji bagi WBP yang beragama Islam di Masjid At-Taubah Rutan Manado.

Kegiatan belajar mengaji berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Para WBP mengikuti pembelajaran dengan bimbingan Mustaqim Ishak, Staff Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Manado yang turut berperan sebagai guru mengaji.

Bacaan Lainnya

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana bagi WBP untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal spiritual bagi WBP selama menjalani masa pembinaan sekaligus membangun karakter yang lebih baik.

Masjid At-Taubah menjadi salah satu ruang pembinaan yang dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan. Melalui kegiatan belajar mengaji, WBP diberikan kesempatan untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memperkuat nilai-nilai moral dan akhlak.

Kepala Rutan Kelas IIA Manado, Ady Kusuma W memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan tersebut. Menurutnya, pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian WBP.

“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk karakter WBP. Kami berharap melalui kegiatan belajar mengaji ini, WBP dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta menjadikan nilai-nilai yang dipelajari sebagai pedoman untuk memperbaiki diri,” ujar Ady Kusuma W pada, Jumat (8/10/2026).

Melalui kegiatan belajar mengaji di Masjid At-Taubah, Rutan Kelas IIA Manado menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual. Diharapkan, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal bagi WBP dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (yos)


Pos terkait