Semarang, DetikManado.com – Kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Sejak Sabtu pagi (1/8/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu merenovasi rumah warga agar lebih kokoh dan layak huni.
Salah satu sasaran fisik rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kali ini adalah milik Imam, warga Dusun Gompyong. Sejak pagi hari, tentara dan warga berkolaborasi menggali pondasi teras rumah untuk memastikan struktur bangunan baru nantinya berdiri aman, kuat, dan nyaman bagi penghuninya.
Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-129, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan juga memelihara nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui TMMD ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI benar-benar membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. Pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah warga seperti milik Pak Imam ini dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Kebersamaan di lapangan inilah yang memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Ia menambahkan, pihak Satgas menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan fisik dapat rampung tepat waktu sehingga dapat segera ditempati dan dirasakan manfaatnya oleh warga penerima bantuan.
Pemilik rumah, Imam, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas kepedulian yang diberikan oleh prajurit TNI melalui program TMMD tersebut. Menurutnya, kondisi teras rumahnya memang sudah lama membutuhkan perbaikan mendesak.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD dan warga yang sudah membantu. Pembangunan teras ini membuat rumah kami jadi lebih aman, nyaman, dan pantas dihuni,” ungkap Imam.
Program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam merawat budaya gotong royong serta menumbuhkan harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan. (yos)














