Semarang, Detik Manado.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 yang digelar Kodim 0714/Salatiga terus membawa angin segar bagi masyarakat pedesaan.
Kali ini, aksi nyata Satgas TMMD menyasar pada pengerjaan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Fajar Arifin (29), warga RT 17 RW 06 Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/8/2026).
Fokus pengerjaan tak hanya sekadar memperbaiki struktur utama, tetapi juga menyasar pembuatan atap teras rumah yang kini memasuki tahap akhir penataan rangka dan persiapan penutup atap. Pembangunan teras beratap ini dirancang agar hunian tak cuma aman dari guyuran hujan dan terik matahari, melainkan juga lebih fungsional untuk berinteraksi.
Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM menegaskan bahwa esensi utama dari program TMMD adalah menghadirkan perubahan kualitas hidup masyarakat sekaligus merawat nilai kepedulian sosial.
“Pembangunan rumah layak huni ini bukan sekadar membangun dinding atau memasang atap, tetapi menghadirkan kenyamanan dan kehangatan bagi keluarga penerima manfaat. Teras yang layak akan menjadi sarana interaksi sosial yang nyaman, baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun menyapa tetangga,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM.
Ia menambahkan, kemanunggalan antara TNI dan rakyat menjadi pendorong utama selesainya setiap sasaran fisik TMMD tepat waktu.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan prajurit Satgas TMMD dan masyarakat Desa Cukil adalah bukti nyata bahwa sinergi TNI dan rakyat tetap solid. Kami berharap bantuan ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” tegasnya.
Pengerjaan yang dilakukan secara swadaya dan gotong royong ini disambut haru oleh pemilik rumah. Fajar Arifin mengaku bersyukur atas kepedulian Satgas TMMD yang telah mengubah rumahnya menjadi tempat tinggal yang lebih sehat dan aman.
Melalui TMMD Reguler ke-129 ini, Kodim 0714/Salatiga kembali membuktikan komitmennya untuk hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi nyata dalam pemerataan pembangunan desa. (yos)














