Semarang, DetikManado.com — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Misri, warga Dusun Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, terus dikebut. Memasuki tahap akhir, Personel Satuan Tugas (Satgas) mulai fokus pengerjaan pada area teras belakang rumah, Minggu (9/8/2026).
Petugas Satgas terlihat melakukan pengukuran detail dan pengaturan batas area sebelum memulai proses pengecoran serta pemplesteran lantai. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan struktur bangunan presisi, kuat, dan aman saat menetap di kemudian hari.
Babinsa Desa Cukil sekaligus anggota Satgas RTLH, Sertu Eko, menyampaikan bahwa pengerjaan teras belakang ini menjadi salah satu prioritas agar hunian memiliki ruang terbuka yang layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
“Pengecoran teras ini bukan sekadar meratakan air mani, tetapi memastikan Pak Misri dan keluarga memiliki ruang yang benar-benar aman serta nyaman untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Sertu Eko di lokasi pengerjaan.
Proses perbaikan RTLH ini disambut antusias oleh pemilik rumah. Misri mengaku bersyukur atas bantuan dan kerja keras para personel TNI yang telaten menata setiap sudut rumahnya.
“Dulu teras belakang hanya tanah dan sering becek kalau hujan. Sekarang sudah diukur dan mau diplester rapi oleh bapak-bapak TNI. Saya sangat berterima kasih, rumah kami sekarang jauh lebih layak,” tutur Misri.
Program RTLH ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat segera diserahterimakan dan ditempati oleh keluarga penerima manfaat dengan kondisi yang lebih sehat dan aman. (yos)














