Tombariri, DetikManado.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari didampingi Wagub Sulut, J Victor Mailangkay meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) di Desa Kumu, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa pada, Jumat (2/10/2026).
Peresmian ini merupakan bagian dari kegiatan yang dilaksanakan secara serentak dipimpin oleh Kepala BGN, Sudaryono yang dipusatkan di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulsel. Total ada 480 SPPG 3T yang tersebar di 16 provinsi, dan 116 kabupaten dan kota.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian Kepala BGN Sudaryono melalui zoom meeting yang terhubung ke sejumlah provinsi di kawasan Indonesia Timur yang termasuk Daerah 3T. Setelah itu, Kepala BGN bersama Gubernur Sulsel meresmikan 480 SPPG 3T.
“Ini program pemerintah yang perlu kita sukseskan bersama demi perbaikan gizi anak-anak bangsa,” tutur Sudaryono.
Dari Sulut, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari didampingi Wagub Sulut, J Victor Mailangkay meresmikan SPPG 4T Desa Kumu dengan pengguntingan pita. Usia pengguntingan pita, Agustina didampingi Victor Mailangkay dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Billy Christian Kereh mengecek langsung kondisi SPPG mulai dari bangunan hingga peralatan dan fasilitas lainnya.

“Selain yang ada di sini (Desa Kumu), untuk Sulawesi Utara itu ada 27 SPPG yang sebenarnya diresmikan bersamaan saat ini,” tutur Agustina.
Dia mengatakan, untuk SPPG 3T di Sulut itu tersebar di sejumlah kabupaten dan yang terbanyak adalah di Kabupaten Kepulauan Sitaro sebanyak 8 SPPG. Selanjutnya Kabupaten Kepulauan Talaud 4 SPPG.
“Yang lainnya tersebar di daerah lain seperti Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, dan lainnya,” tutur Agustina.
Dia memaparkan, BGN memang memilih untuk yang di daerah tertinggal, terluar, terdepan. Itu menjadi program BGN, terutama sejak kepemimpinan baru di BGN pada, 1 Juni 2026.
“Saya waktu di ditunjuk Bapak Presiden, dipanggil dan beliau secara khusus menyampaikan, menitip untuk yang 3T. Dari 2 Juni baru terealisasi sekarang karena ada banyak pembenahan yang harus kami lakukan. Tetapi ya sudah, better late than never,” tutur Agustina.

Wakil Kepala BGN mengatakan, pihaknya akan terus mengejar untuk pembukaan dapur-dapur di wilayah-wilayah yang 3T. Untuk di daerah Jawa memang sudah sangat padat, dan sebenarnya mungkin akan digeser ke provinsi-provinsi yang lain.
“Nanti akan ada ibu-ibu yang jadi relawan bekerja di SPPG ini, ya itu salah satu tujuan. SPPG ini adalah memang juga memberdayakan masyarakat lokal,” tutur Agustina.
Agustina mengatakan, pihaknya menitip SPPG itu kepada masyarakat setempat agar boleh ikut mengawasi. Boleh memberikan masukan, boleh ikut mengecek anak-anak nanti dapat apa, menunya apa.
“Itu ada sistem yang akan kami nanti sebarluaskan kepada masyarakat sekitar. Jadi harapannya adik-adik kita benar-benar nanti dapat makanan yang baik yang memang bergizi,” tutur Agustina.
Peresmian SPPG atau dikenal dengan Dapur MBG di Desa Kumu itu dihadiri pihak yayasan pengelola SPPG, jajaran TNI, Polri, Kepala Desa, tokoh masyarakat, para guru, serta puluhan siswa dari sejumlah sekolah yang ada di desa tersebut. (yos)














