Semarang, DetikManado.com — Di balik deru mesin alat berat dan pengerjaan infrastruktur jalan, terselip sebuah pemandangan hangat dari lokasi pelaksanaan program pembangunan desa di Dusun Gombyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Pada Sabtu (18/7/2026), seorang prajurit TNI tampak menanggalkan sejenak peralatan kerjanya untuk duduk bersimpuh, membantu seorang nenek berusia 80 tahun menganyam bambu.
Prajurit tersebut adalah Pratu Royhan, anggota Satuan Tugas (Satgas) dari Batalyon Arhanudse 15. Di sela-sela waktu istirahat siangnya, ia memilih berkunjung ke kediaman Nenek Parmi. Jari-jari sang prajurit yang biasanya kokoh memegang senapan atau mengaduk semen kini terlihat begitu luwes menyusun bilah-bilah bambu untuk dijadikan keranjang tempat ikan pindang. Dengan penuh kesabaran, Pratu Royhan mendengarkan setiap arahan Nenek Parmi yang telaten mengajarkannya teknik menganyam agar hasilnya kuat, rapi, dan layak jual.
Bagi Nenek Parmi, kerajinan tradisional ini adalah bagian dari mata pencahariannya selama puluhan tahun. Kehadiran prajurit TNI di rumahnya diakui Nenek Parmi bukan sekadar mempercepat pekerjaannya, melainkan memberikan kebahagiaan batin yang luar biasa di usia senjanya.
Di tengah obrolan dan canda tawa ringan yang menghapus sekat antara tentara dan rakyat, Nenek Parmi merasa sangat bersyukur atas perhatian tersebut.
“Senang sekali ada yang membantu. Rasanya seperti punya cucu sendiri yang mau belajar menganyam bambu,” tutur Nenek Parmi dengan senyum semringah.
Sementara itu, Pratu Royhan memandang kegiatannya membantu warga sebagai bagian tak terpisahkan dari pengabdian seorang prajurit. Ia menegaskan bahwa setiap kesempatan untuk berbaur dan meringankan beban masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di lapangan.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyelesaikan sasaran fisik TMMD, tetapi juga ingin berbagi waktu, tenaga, dan kebersamaan dengan masyarakat. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kami belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam membangun desa,” ungkap Pratu Royhan.
Potret kebersamaan yang terajut harmonis lewat bilah-bilah bambu ini merupakan bagian dari rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Program bakti TNI berskala besar ini sebelumnya telah resmi dibuka di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran pada Rabu (15/7/2026) lalu. Pembukaan TMMD tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM, serta Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha SH MH, yang menandai sinergi solid antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan. (yos)















