Semarang, DetikManado.com – Debu tanah galian dan teriknya sengatan matahari tak sedikit pun menyurutkan semangat puluhan personel TNI dan warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026).
Dengan ayunan cangkul yang berirama dan gelak tawa yang memecah lelah, Satgas TNI bersama bahu-membahu percakapan rangka besi dan meracik semen demi merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Wudyatun, seorang warga RT 16/RW 06.
Aksi gotong royong ini fokus pada pengerjaan dasar bangunan yang krusial, yakni pemasangan pondasi. TNI dan warga tampak begitu teliti memasang rangka besi ke dalam lubang galian demi memastikan calon kediaman baru Ibu Wudyatun tersebut berdiri di atas pijakan yang benar-benar kokoh dan aman.
Perwira Pengawas (Pawas), Kapten Inf Sutarjo, yang memimpin langsung pengerjaan di lokasi RTLH Ibu Wudyatun, menegaskan bahwa kualitas struktur bangunan menjadi prioritas utama. Pihaknya tidak hanya sekedar mengejar target waktu pengerjaan, tetapi juga ingin memastikan hunian tersebut layak dan bertahan hingga bertahun-tahun ke depan.
“Setiap sasaran fisik dikerjakan dengan mengutamakan kualitas agar hasilnya kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” ujar Kapten Inf Sutarjo di sela-sela menyatukan galian pondasi.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Dusun Gompyong menjadi bahan bakar utama bagi jajaran Satgas. Melalui sinergi yang terus terjaga ini, pihak Satgas optimis seluruh target pengerjaan fisik dapat rampung tepat waktu sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Program pembangunan RTLH ini merupakan bagian integral dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0714/Salatiga.
Program berskala manunggal ini resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026) lalu di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, SIP, MM, bersama Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, SH, MH, sebagai wujud komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah pedesaan. (yos)















