Tomohon, DetikManado.com — Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga kini masih menunjukkan dinamika yang fluktuatif. Gunung api setinggi 1.580 meter di atas permukaan laut tersebut resmi ditetapkan bertahan pada Status Level II atau Waspada setelah terekam serangkaian gempa vulkanik dan hembusan asap kawah.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan meteorologi sepanjang 24 jam pada Senin (20/7/2026), kawah Gunung Lokon teramati mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Asap tersebut membumbung tinggi antara 5 hingga 25 meter di atas puncak kawah, di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah dari cerah, berawan, hingga sempat diguyur hujan.
Penyusun Laporan Aktivitas Gunung Lokon, Rendra Nugraha, menjelaskan bahwa instrumen pemantau mencatat adanya pergerakan magma dan tekanan dari dalam tubuh gunung yang memicu kegempaan harian.
“Sepanjang periode pengamatan, kami mencatat ada 8 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 hingga 9 milimeter dan durasi berkisar 3 sampai 6 detik. Selain itu, terekam pula 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan durasi yang cukup panjang, yakni mencapai 180 detik,” ujar Rendra Nugraha saat memberikan keterangan resmi.
Menanggapi perkembangan kondisi ini, pihak pemantau mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun serta mendekati area Kawah Tompaluan yang menjadi pusat aktivitas dalam radius bahaya 1,5 kilometer.
Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi potensi erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Apabila terjadi hujan abu, warga disarankan bertahan di dalam rumah, atau menguji ketahanan pernapasan dan penglihatan dengan menggunakan masker serta kacamata pelindung jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Di samping ancaman abu vulkanik, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lokon juga diminta mewaspadai potensi ancaman lahar hujan, terutama ketika intensitas curah hujan di wilayah puncak meningkat. (yos)














