Semarang, Detik Manado.com — Senyum lega perlahan terukir di wajah Paidi, warga RT 21/RW 08 Dusun Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran. Rumah miliknya yang terlebih dahulu masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kini berdiri semakin kokoh berkat sentuhan personel gotong royong Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bersama warga setempat.
Pembangunan rumah Paidi kini memasuki tahap krusial, yakni pemotongan besi struktur dan pengecoran balok atas teras pada Jumat (31/7/2026). Kerja presisi ini dilakukan untuk memastikan fondasi dan rangka bangunan memiliki daya tahan maksimal dalam jangka panjang.
Di tengah riuh suara kerja bakti, para personel Satgas TMMD bersama warga secara cermat mengukur dan memotong setiap batang besi untuk rangka kolom penyangga. Jauh dari situ, adukan beton mengalir mengisi bekisting balok teras yang dirancang menjadi area tumpuan utama teras rumah.
Koordinator lapangan Satgas TMMD menegaskan bahwa setiap detail teknis dikerjakan dengan standar ketat demi keamanan penghuni.
“Pekerjaan ini bukan sekedar memotong besi atau menuangkan air mani. Kami memastikan setiap ukuran tepat presisi karena ini adalah tulang penyangga rumah. Kami ingin menyerahkan perumahan yang benar-benar aman, nyaman, dan layak ditempati oleh keluarga Pak Paidi,” ujar salah satu petugas perwakilan Satgas TMMD di lokasi kegiatan.
Bagi Paidi dan keluarga, kucuran keringat para prajurit dan tetangganya bukan sekadar urusan material bangunan, melainkan simbol kepedulian yang menghidupkan kembali harapan masa depan mereka. Teras yang tengah dicor tersebut diproyeksikan menjadi ruang hangat tempat berkumpulnya keluarga kelak.
Program rehabilitasi RTLH di Desa Cukil ini membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi landasan sosial warga Kabupaten Semarang. (yos)














