Semarang, DetikManado.com – Gemuruh mesin pengaduk semen ( molen ) yang tak henti-hentinya berputar di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, menjadi penanda dimulainya babak baru bagi mobilitas warga setempat. Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama puluhan warga terus mengebut proses pengecoran jalan antardusun tersebut, Jumat (31/7).
Pembangunan jalan ini ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh warga sekaligus membuka isolasi jalur distribusi hasil pertanian Desa Cukil yang selama ini terkendala akses yang kurang layak.
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM menegaskan bahwa percepatan pengerjaan fisik ini bukan sekadar mengejar target waktu, melainkan bentuk dorongan nyata terhadap konektivitas dan perekonomian desa.
“Akses jalan yang mampu adalah urat nadi perekonomian warga. Oleh karena itu, kami bersama masyarakat berpacu dengan waktu agar jalan di Dusun Gompyong ini cepat selesai dan segera bisa merasakan manfaatnya untuk mobilitas harian serta mengangkut hasil bumi,” tegas Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Cukil yang sejak pagi ikut bahu-membahu bersama personel TNI di lapangan, mulai dari mengangkut bahan material hingga meratakan adonan cor.
“TMMD ini bukan hanya soal membangun infrastruktur fisik, tetapi juga merawat roh kebersamaan. Antusiasme warga yang begitu luar biasa adalah bukti nyata bahwa persatuan dan sinergi TNI dengan rakyat masih sangat kokoh,” tambahnya.
Melalui program TMMD Reguler ke-129 ini, Kodim 0714/Salatiga berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di daerah terpencil hingga selesai tepat waktu, demi mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan. (yos)














